Atasi PMI Ilegal di NTT Akan Dibangun Migran Center

Sekjen DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji memberikan keterangan pers usai membuka MUSDA XI Partai Golkar Nusa Tenggara Timur di Harper Hotel, Minggu (7/12/2025)

KUPANG, terasntt.co — Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengatakan Nusa Tenggara Timur (NTT) akan miliki migran center. NTT menjadi salah satu provinsi dengan kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tertinggi.

“Pekerja Migran Indonesia yang berasal dari NTT cukup banyak dan kita berharap kedepan pekerja migran yang kita kirim keluar negeri termasuk dari NTT adalah pekerja migran yang sudah dibekali keterampilan, keahlian dan pengetahuan yang baik. Tentunya ini harus dimanfaatkan termasuk untuk di Provinsi NTT, kami mendorong nanti ada migran center di NTT,” ucap Sarmuji, kepada awak media usai membuka MUSDA XI Golkar NTT, Minggu (7/12/2025) petang.

Menurut Sarmuji, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) saat ini Mukhtarudin merupakan kader Golkar, yang kini miliki komitmen untuk mengatasi persoalan PMI.

BACA JUGA:  Ruba Banunaek Target Melki - Johni Menang 60 Persen di TTS

“Apalagi sekarang menterinya berasal dari Golkar, dan bapak Presiden sudah punya komitmen untuk membekali dengan pendidikan vokasional,” ujarnya.

Ia mengharapkan adanya, vokasional di NTT, guna mendukung PMI asal NTT sebelum dikirim keluar negeri untuk bekerja.

“Mudah-mudahan juga ada vokasional yang ditempatkan di Nusa Tenggara Timur, jadi nanti pekerja migran yang dikirim keluar negeri adalah pekerja migran yang terlatih sekaligus untuk menghindarkan pekerja yang diluar jalur yang legal,” kata Ketua Fraksi Golkar DPR RI ini.

Sarmuji mengatakan, dengan adanya vokasional dan migran center di NTT, tidak ada lagi PMI ilegal yang bekerja di luar negeri.

“Tidak ada lagi yang ilegal. Karena kalau ilegal perlindungan hukumnya susah, tetapi dengan legalitasnya insyaallah warga negara bisa mendapatkan perlindungan dengan baik,” katanya.(*/to3)

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Salurkan 10.119 Nasi Kotak untuk Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi