Tim Peneliti ISBI Bandung Jajaki Kolaborasi Riset dengan Prodi Psikologi FKM Universitas Nusa Cendana kupang

Tim peneliti ISBI Bandung saat berada di Undana Kupang

KUPANG, terasntt.co — Tim Peneliti dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung baru-baru ini melakukan kunjungan riset lapangan ke Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan hibah penelitian yang didanai oleh Kemdiktisaintek tahun 2025. Tim peneliti tiba di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana untuk berkolaborasi dengan Program Studi Psikologi dalam mengumpulkan data terkait kesehatan psikologis atlet. Kedatangan tim peneliti dari ISBI Bandung yang diketuai oleh Prof. Dr. Sri Rustiyanti, M.Sn, bersama Dr. Wanda Listiani, M.Ds dan Anrilia, EM Ningdyah, S.Psi., M.E.d., Ph.D., Psikolog, ke Kupang menunjukkan komitmen nyata dalam kolaborasi ilmiah dan pengembangan penelitian di tingkat nasional.

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menjalin diskusi strategis dengan Prodi Psikologi yang memiliki animo tinggi di wilayah Kupang, terbukti dari jumlah mahasiswa yang mencapai 500 orang. Diskusi tersebut tidak hanya berfokus pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga mengeksplorasi potensi integrasi kearifan lokal dalam kurikulum, sebuah pendekatan yang dapat memperkaya materi ajar dan relevansi pendidikan psikologi dengan konteks sosial dan budaya di Nusa Tenggara Timur.

“Kunjungan ini disambut baik oleh Prodi Psikologi FKM Undana. Koordinator Prodi, Yeni Damayanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyatakan bahwa kerja sama ini membuka peluang besar untuk pengembangan ilmu psikologi olahraga di NTT. Prof. Sri dan timnya, dengan keahliannya di bidang seni, budaya, dan psikologi, memberikan perspektif berharga mengenai pentingnya memasukkan unsur-unsur psifolk dalam kurikulum. Melalui sinergi ini, diharapkan Prodi Psikologi di Kupang dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori-teori psikologi modern, tetapi juga mampu memahami dan menangani isu-isu mental dengan pendekatan yang lebih sensitif terhadap budaya kearifan lokal. Kunjungan ini membuka jalan bagi kolaborasi jangka panjang, termasuk riset bersama dan pengembangan modul pembelajaran inovatif, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusi Prodi Psikologi bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Safari Politik Melki - Johni di Manggarai Perkuat Soliditas Barisan Pemenangan

Dalam diskusi dengan Ketua Prodi Psikologi, diharapkan modul Psifolk sebagai salah satu alternatif inovatif untuk meningkatkan ketangguhan mental atlet pencak silat. Pendekatan ini menggabungkan prinsip-prinsip psikologi modern dengan kearifan lokal pencak silat, seperti filosofi kesatriaan, disiplin, dan olah batin, untuk membantu atlet mengatasi tekanan, mengelola emosi, dan mempercepat pemulihan mental pasca-cedera. Dengan memanfaatkan kekayaan kearifan lokal budaya yang melekat pada pencak silat, modul ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi psikologis yang efektif, tetapi juga memperkuat identitas diri atlet sebagai bagian dari warisan budaya bangsa, menjadikannya intervensi yang relevan dan berkelanjutan.

Kolaborasi antara Peneliti ISBI Bandung dan Prodi Psikologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang menjadi sangat penting karena membuka ruang diskusi lintas multidisiplin yang inovatif, khususnya dalam pengembangan modul Psifolk. Diskusi ini tidak hanya menggabungkan keahlian dari bidang seni dan budaya pencak silat dengan ilmu psikologi, tetapi juga menjembatani kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah modern. Dengan memadukan pemahaman tentang filosofi dan tradisi pencak silat dari perspektif ISBI Bandung dengan wawasan mendalam tentang psikologi manusia dari Prodi Psikologi FKM Undana. Kolaborasi ini berpotensi menciptakan sebuah kerangka intervensi yang unik dan relevan untuk meningkatkan ketangguhan mental, tidak hanya bagi atlet, tetapi juga bagi masyarakat luas.

BACA JUGA:  Pj. Walikota Kupang Tutup Pagelaran Bank NTT REI EXPO 2024

Pembahasan modul Psifolk ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan tinggi dapat berkolaborasi untuk mengatasi permasalahan kompleks. Melalui kerja sama ini, kurikulum dan riset di kedua institusi dapat diperkaya, menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai bidangnya masing-masing, tetapi juga memiliki perspektif holistik dan mampu berinovasi lintas disiplin. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia, menunjukkan bahwa sinergi antara seni, budaya, dan sains mampu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi pengembangan potensi manusia secara utuh.(**)