PDI Perjuangan NTT Sebut Gubernur Rekayasa Data Stunting, Melki Laka Lena: Sumber Data BPS

Gubernur NTT Melki Laka Lena saat berpidato

KUPANG, terasntt.co — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT Nelson Obet Matara, menyebut dalam pidato satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Jumat (20/2/2026) tidak transparan. Iya menuding pemerintah merekayasa data kemiskinan dan stunting.

Nelson menilai pidato gubernur tentang sejumlah capaian, namun tidak menyampaikan data secara utuh, khususnya terkait data kemiskinan dan stunting yang masih menjadi persoalan serius di Nusa Tenggara Timur.

“Pidato gubernur sangat luar biasa, tapi data stunting itu disembunyikan. Data program nasional tidak disampaikan. Artinya, tidak sambung program nasional dan program daerah,” sebutnya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan ini, pidato gubernur menyebut angka kemiskinan di NTT mengalami penurunan. Namun kondisi itu tidak selaras dengan tingginya angka stunting.

BACA JUGA:  Respons Ancaman Negatif Media Digital Terhadap Perempuan, KPPG NTT Gelar Talk Show Edukasi

“Kalau data kemiskinan itu menurun tapi data stunting tinggi, nah itu kan tidak matching. Kalau stunting meningkat kan artinya tetap miskin,” tegasnya.

Nelson menegaskan, pemerintah daerah harus sampaikan data secara jujur dan transparan kepada publik agar masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya.

Hal tersebut dibantah Gubernur Melki Laka Lena, bahwa tidak ada rekayasa, data yang disampaikan pemerintah provinsi bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kami terima data itu dari BPS. Kalau kita yakin BPS sudah bekerja dengan baik, maka harusnya data itu betul. Jadi bukan data dari kami,” tegas Melki.(**)