KUPANG, terasntt.cp — Sejak tahun 2018 Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) membangun 54 gedung sekolah sekaligus melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap anak pada sekolah – sekolah tersebut. Ke 54 Sekolah dimaksud terdiri dari 34 SD, 14 SMP, dan 6 SMA dan tersebar di Kecamatan Amarasi Selatan dan Takari, Kabupaten Kupang, Rote Barat Kabupaten Rote Ndao, Borong Kabupaten Manggarai Timur serta Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur.
Hal ini disampaikan saat Ketua YPA-MDR NTT Gunawan Salim bersama Bupati Rote Ndao Paulus Henuk beraudiensi dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena di Rujab setempat, Selasa (21/4/2026) malam.
Gunawan Salim menyampaikan, bahwa program pembinaan bagi anak – anak sekolah di NTT berlangsung sejak 2018 dengan fokus kegiatan pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan karakter, akademik, seni budaya, dan kecakapan hidup.
“Di Provinsi NTT, kami membina 54 sekolah yang terdiri dari 34 SD, 14 SMP, dan 6 SMA yang tersebar di empat kabupaten,” ujar Gunawan.
Selain pembinaan nonfisik, YPA-MDR juga melakukan intervensi pembangunan dan renovasi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Kupang, yayasan melakukan renovasi SMPN 10 Takari, SDN Bokong 1 Takari, serta SDN Buraen 1 dan SDN Buraen 2.
Demikian juga Rote Ndao, yakni pembangunan SMKN 1 Rote serta merenovasi SMPN 1 Rote Barat, SMPN 3 Rote Barat, SDN Andaiko, SDN Manggis, dan SDN Oefoe. Dan Kabupaten Manggarai Timur, SMPN 18 Borong, serta menyediakan sarana air bersih dan merencanakan renovasi 10 sekolah pada tahun 2026.
Sementara di Kabupaten Sumba Timur, lanjutnya merencanakan renovasi 14 sekolah pada 2027. Selain itu, program pemberdayaan juga telah dijalankan di SMKN 1 Pandawai melalui budidaya ayam petelur dan pedaging, disertai dukungan berupa satu unit mobil pick up, 95 unit laptop, serta dua set alat tenun untuk mendukung aktivitas 14 sekolah.
Gunawan juga menyampaikan bahwa yayasan memberikan beasiswa prestasi dan beasiswa kuliah kepada 145 penerima dari empat kabupaten, dengan rincian 22 orang di Kabupaten Kupang, 48 orang di Rote Ndao, 39 orang di Sumba Timur, dan 36 orang di Manggarai Timur.
“Program ini akan terus bergerak dan dikembangkan di NTT,” katanya.
Di akhir laporannya, Gunawan mengundang Gubernur NTT untuk menghadiri peresmian salah satu sekolah binaan di Kabupaten Rote Ndao dalam waktu dekat.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa kontribusi sektor non-pemerintah menjadi bagian penting dalam menjawab keterbatasan anggaran daerah, khususnya di sektor pendidikan.
“Sebagai gubernur, saya mewakili pemerintah provinsi dan masyarakat NTT mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Astra yang sudah merenovasi dan membangun sekolah di NTT,” kata Melki.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam percepatan pembangunan daerah.
“Salah satu cara untuk membangun NTT adalah dengan kolaborasi, dan hari ini Yayasan Astra sudah menunjukkan itu. Ini sangat membantu di tengah keterbatasan anggaran pemerintah provinsi,” ujarnya.
Melki juga berharap agar cakupan pembinaan sekolah oleh Yayasan Astra dapat diperluas ke lebih banyak wilayah di NTT, tidak hanya terbatas pada empat kabupaten yang ada saat ini.
Ia juga memastikan akan menghadiri peresmian sekolah binaan di Kabupaten Rote Ndao yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Pelaksana Harian Sekretaris Daerah NTT serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Ambrosius Kodo.(**)
