Taekwondo dan Wushu Galang Solidaritas untuk Korban Gempa Flores Lewat Open Sparing Amal

Open sparing amal Taekwondo untuk korban gempa Flores

KUPANG, terasntt.co — Semangat solidaritas untuk korban gempa bumi di Pulau Flores mengalir dari arena olahraga. Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Pengprov Wushu NTT menggelar Open Sparing Amal untuk menggalang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa Flores.

Kegiatan yang difasilitasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT itu berlangsung di Sport Center Pameran Pembangunan NTT BaSTEL 2026, Selasa (18/8/2026) malam.

Berlangsung di halaman Stand KONI NTT dan Dispora NTT, aksi tersebut tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi pengunjung pameran, tetapi juga menjadi ruang bagi para atlet muda NTT untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menyatakan kepedulian terhadap sesama.

Sebanyak 15 atlet taekwondo dan enam atlet wushu yang dibina melalui program Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) NTT tampil dalam laga sparing tersebut.

Kabid Binpres Pengprov TI NTT, Edy Blegur, mengatakan 15 atlet taekwondo yang tampil berasal dari program PPLD dan PPLP. Mereka bertanding dalam tujuh partai untuk delapan kelas, termasuk kategori junior.

“Ada 15 atlet yang bertanding di Open Sparing Amal malam ini. Mereka dari PPLD dan PPLP,” kata Edy saat ditemui di Stand KONI NTT.

Menurut Edy, sejumlah atlet yang tampil merupakan peraih medali pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025 di Jakarta. Karena itu, Open Sparing Amal tidak hanya menjadi momentum untuk menggalang solidaritas bagi korban gempa Flores, tetapi sekaligus menjadi bagian dari proses pematangan atlet menghadapi berbagai kejuaraan daerah maupun nasional, termasuk persiapan menuju PON 2028 NTT-NTB.

Saat ini, kata Edy, terdapat 16 atlet taekwondo yang dibina di Puslatda NTT. Mereka terdiri dari 11 atlet senior dan lima atlet junior.

Sementara itu, Sabeum Anastasya Rissi mengatakan Pengprov TI NTT menurunkan lima wasit untuk memimpin pertandingan. Para wasit tersebut memiliki lisensi nasional maupun lisensi daerah.

Ia mengungkapkan, saat ini NTT baru memiliki tiga wasit perempuan dengan lisensi nasional. Kondisi tersebut menjadi perhatian menjelang NTT menjadi salah satu tuan rumah PON 2028.

“Kami berharap para pelatih maupun wasit perempuan lainnya di NTT bisa mengambil lisensi nasional sebagai persiapan menuju PON 2028,” ujarnya.

Salah satu atlet yang tampil, Maria Shirleen Englebeth Messakh, mengaku senang dapat ambil bagian dalam Open Sparing Amal tersebut.

Atlet taekwondo putri kelas under 62 kilogram itu mengatakan, selain menjadi bagian dari aksi solidaritas untuk korban gempa Flores, pertandingan tersebut menjadi kesempatan untuk mengukur perkembangan hasil latihan.

“Saya bersama teman-teman terus berlatih untuk mempersiapkan diri mengikuti kejuaraan daerah sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028,” katanya.

Siswa SMA Negeri 3 Kupang itu merupakan peraih medali perak POPNAS 2025. Ia mengaku terus meningkatkan kemampuan fisik dan teknik agar dapat memberikan prestasi terbaik bagi NTT pada berbagai kejuaraan mendatang.

Hal senada disampaikan Sultan Pasha Rano Putra Baranuri, atlet taekwondo kelas under 51 kilogram putra yang juga tampil dalam laga tersebut. Peraih medali perunggu POPNAS 2025 itu menyambut positif kegiatan open sparing.

“Kami senang bisa ikut open sparing ini. Kami bisa menguji perkembangan latihan kami selama ini,” ungkap Sultan.

Enam Atlet Wushu Ikut Ambil Bagian

Dari cabang olahraga wushu, sebanyak enam atlet turut ambil bagian dalam Open Sparing Amal.

Pengurus Pengprov Wushu NTT, Ari Setyowati, mengatakan keenam atlet tersebut tampil dalam tiga kelas yang dipersiapkan untuk menghadapi berbagai agenda kejuaraan nasional.

Enam atlet itu terdiri dari lima atlet PPLD dan satu atlet PPLP. Salah satunya adalah Ade Osta (28), atlet wushu kelas 65 kilogram.

Ia mengatakan para atlet terus menjalani latihan secara intensif sebagai persiapan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk PON 2028.

Ade berharap dukungan terhadap pembinaan atlet wushu di NTT terus ditingkatkan, terutama dalam penyediaan perlengkapan latihan dan kebutuhan penunjang atlet.

“Harapan kami kepada KONI agar alat latihan dan vitamin lebih diperhatikan. Selama ini sudah baik, tetapi kami minta ditingkatkan lagi,” ujar Ade.

Open Sparing Amal Taekwondo dan Wushu ini sekaligus menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya berbicara tentang prestasi dan kompetisi. Di tengah bencana yang menimpa Flores, arena pertandingan berubah menjadi panggung solidaritas—tempat para atlet menyumbangkan semangat, kemampuan, dan kepedulian untuk saudara-saudara mereka yang sedang menghadapi musibah.(Hms-KONI NTT)

Exit mobile version