Selesaikan Konflik Adonara, Gubernur Melki Pimpin Rakor Forkopimda

Gubernur NTT Melki Laka Lena pimpin rapat selesaikan konflik Adonara, Senin (3/8/2026)

KUPANG, terasntt.co — Gubernur NTT Melki Laka Lena, memimpin langsung Rapat Koordinasi Penyelesaian Konflik Horizontal antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dengan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Gubernur NTT, Senin (3/8/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT serta pimpinan perangkat daerah terkait sebagai bentuk sinergi pemerintah dalam mempercepat penyelesaian konflik yang telah berlangsung sejak 6 Maret 2026.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup hanya dengan menghentikan bentrokan, tetapi harus mampu menyentuh akar persoalan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

BACA JUGA:  Sebagai Tuan Rumah PON 2028, NTT Selenggarakan 22 Cabor

“Untuk kejadian yang terjadi di Adonara ini mesti kita cari cara untuk segera diselesaikan. Kita mesti cari akar persoalannya agar kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari,” tegas Melki.

Untuk diketahui, konflik tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup besar. Tercatat tiga orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka-luka, 68 unit rumah terbakar, sembilan unit kendaraan roda dua hangus terbakar, serta 14 unit peralatan elektronik mengalami kerusakan.

Atas kondisi tersebut, Gubernur Melki mengajak seluruh masyarakat, khususnya kedua belah pihak yang bertikai, untuk menahan diri serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, lanjut Gubernur Melki, berkomitmen untuk terus mengawal seluruh proses penyelesaian konflik hingga tercapai kesepakatan damai yang dapat diterima oleh semua pihak. Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi NTT bersama Forkopimda berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan langkah-langkah penanganan konflik berjalan secara terukur, komprehensif, dan berorientasi pada rekonsiliasi, sehingga masyarakat Adonara dapat kembali hidup dalam suasana aman, damai, dan harmonis.(**)

BACA JUGA:  Gubenur Melki Ajak Umat Muslim NTT Terus Membangun Kerukunan, Merawat Kebersamaan