KUPANG, terasntt.co — Tim Peneliti dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung baru-baru ini mengadakan kunjungan penting ke Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan audiensi dan diskusi mendalam mengenai ketangguhan mental siswa atlet yang mengalami cedera saat berkompetisi, khususnya dalam cabang olahraga pencak silat.
Tim ISBI Bandung dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Sri Rustiyanti, seorang Dosen dan Peneliti yang mendapatkan Hibah Kemdiktisaintek Skema Fundamental 2025. Beliau didampingi oleh Dr. Wanda Listiani, M.Ds, serta Anrilia, Ph.D., seorang psikolog yang memiliki keahlian dalam mendukung kesehatan mental atlet.
Kepala Sekolah SKO Flobamorata Kupang Hironimus Pati,S.Pd.,M.M kebetulan sedang dinas di luar, kedatangan rombongan ISBI Bandung disambut hangat oleh Wakasek Bidang Humas Valerianus Djerahu, S.Pd., Gr. dan Wakasek Kesiswaan Maurinus Veto Aja, S.Pd., Gr. Dalam audiensi tersebut, Prof. Sri menyampaikan bahwa penelitian ini sangat relevan mengingat tingginya intensitas dan risiko cedera dalam olahraga pencak silat.
“Kami ingin memahami lebih dalam bagaimana siswa atlet mampu mempertahankan ketangguhan mental mereka saat menghadapi cedera, baik fisik maupun psikologis, yang seringkali menghambat performa dan proses pemulihan,” ujar Prof. Sri.
Dr. Wanda Listiani, M.Ds, menambahkan bahwa hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan program pendampingan psikologis yang lebih efektif bagi atlet muda.
“Aspek mental seringkali terlupakan, padahal perannya sangat krusial dalam membantu atlet bangkit kembali setelah cedera dan bahkan mencapai prestasi yang lebih tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Anrillian, Ph.D., sebagai psikolog dalam tim, menekankan pentingnya intervensi psikologis sejak dini. “Atlet yang mengalami cedera tidak hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga dukungan psikologis untuk mengatasi trauma, kecemasan, dan frustrasi yang mungkin timbul.
Di SKO Kupang, para atlet pencak silat kerap dihadapkan pada tantangan berat ketika mengalami cedera saat berkompetisi, di mana kondisi ini sering kali berdampak signifikan pada ketangguhan mental mereka.
Cedera tidak hanya menimbulkan rasa sakit fisik, tetapi juga dapat memicu perasaan frustrasi, kecemasan akan masa depan, dan hilangnya kepercayaan diri. Lingkungan yang kompetitif menuntut mereka untuk selalu prima, sehingga ketika cedera terjadi, atlet sering merasa gagal dan terisolasi.
Tekanan untuk segera pulih dan kembali ke performa terbaik dapat menjadi beban psikologis yang sangat berat, yang jika tidak ditangani dengan baik, berpotensi menghambat proses pemulihan. Ketangguhan mental adalah kunci untuk memastikan mereka dapat kembali berkompetisi dengan percaya diri,” papar Anrillia.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik yang tidak hanya berfokus pada terapi fisik, tetapi juga pada penguatan mental. Intervensi ketangguhan mental menjadi sangat penting untuk membantu atlet SKO Kupang mengatasi dampak psikologis dari cedera. 
Melalui program yang terstruktur, atlet dapat diajarkan untuk mengelola emosi negatif, membangun kembali motivasi, dan mengembangkan pola pikir yang positif.
Pendekatan ini dapat membantu mereka menerima kondisi cedera sebagai bagian dari perjalanan atlet, bukan sebagai akhir dari segalanya, sehingga mereka bisa kembali bangkit dengan semangat baru dan mental yang lebih kuat.
Dengan dukungan yang tepat, cedera dapat menjadi momentum untuk tumbuh, bukan hanya sebagai atlet, tetapi juga sebagai individu yang lebih tangguh dan berkarakter.
Pihak SKO Flobamorata Kupang menyambut baik inisiatif penelitian ini dan menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian ISBI Bandung terhadap aspek psikologis atlet kami” kata Moris dalam memberikan sambutan.
Informasi dan temuan dari penelitian ini akan sangat berharga bagi kami dalam membimbing dan mendukung para siswa atlet agar tidak hanya berprestasi secara fisik, tetapi juga memiliki mental yang kuat,” imbuh Rian salah satu perwakilan dari Humas SKO Flobamorata.
Dalam kunjungan ini ditampilkan peragaan pencak silat siswa SKO dan diskusi langsung wawancara dengan para atlet siswa ketika dalam pertandingan. Mereka menceritakan berbagai pengalaman ketika bertanding menghadapi lawan dan tak terlepas juga dari cedera yang dialaminya.
Diharapkan penelitian ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara ISBI Bandung dan SKO Flobamorata Kupang dalam mengembangkan program-program yang mendukung kesehatan mental dan ketangguhan psikologis atlet, demi melahirkan generasi atlet yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga bermental juara.(**)






