YOGYAKARTA, terasntt.co — Kepedulian Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terhadap mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa Flores mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi NTT.
DIY tercatat sebagai provinsi pertama yang memberikan bantuan khusus berupa living cost bagi mahasiswa NTT terdampak gempa. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada Pemerintah Provinsi NTT, Rabu (19/8/2026), di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemda DIY yang dinilai bergerak cepat membantu mahasiswa NTT yang tengah menghadapi kesulitan akibat bencana di kampung halaman.
“Sepengetahuan kami, Provinsi DIY adalah provinsi pertama yang memang memberikan bantuan khusus untuk mahasiswa, untuk cost living-nya,” ujar Florida usai menerima bantuan tersebut.
Florida mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan terima kasih kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Pemda DIY atas perhatian yang diberikan kepada para mahasiswa NTT.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, kata Florida, juga telah berkomunikasi dengan Sri Sultan untuk menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.
“Beliau menyampaikan, begitu nanti selesai penyerahan bantuan, beliau akan mengucapkan terima kasih kepada Ngarsa Dalem, karena memang sahabat lama,” katanya.
545 Mahasiswa NTT Terdampak
Respons cepat Pemda DIY juga dirasakan langsung oleh masyarakat NTT yang berada di Yogyakarta.
Sesepuh masyarakat NTT di DIY, Moris Sarumaha, mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY menjadi pihak pertama yang menghubungi masyarakat NTT untuk melakukan pendataan mahasiswa yang terdampak gempa.Pendataan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan keterlibatan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY.
“Jadi kami sangat berterima kasih bahwa yang paling respons pertama adalah dari DIY,” ujar Moris.
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 545 mahasiswa NTT di Yogyakarta tercatat terdampak gempa. Jumlah tersebut masih terus diperbarui seiring proses pendataan.
Moris menegaskan, masyarakat NTT di Yogyakarta akan tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah tempat mereka tinggal serta menempuh pendidikan.
“Kami tetap menjadi orang-orang Jogja yang berasal dari NTT yang selalu akan menjaga kondusivitas Yogyakarta,” katanya.
Bantuan Pangan hingga Desember
Perhatian Pemda DIY terhadap mahasiswa dari daerah terdampak bencana bukan kali pertama dilakukan. Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, setiap terjadi bencana, Pemda DIY berupaya mengetahui kondisi mahasiswa asal daerah terdampak yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Selain bantuan living cost, Pemda DIY juga menyiapkan dukungan pangan bagi mahasiswa NTT hingga Desember 2026.
“Jadi kami sangat berterima kasih bahwa yang paling respons pertama adalah dari DIY,” ujar Moris.
Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 545 mahasiswa NTT di Yogyakarta tercatat terdampak gempa. Jumlah tersebut masih terus diperbarui seiring proses pendataan.
Moris menegaskan, masyarakat NTT di Yogyakarta akan tetap menjaga ketertiban dan kondusivitas daerah tempat mereka tinggal serta menempuh pendidikan.
“Kami tetap menjadi orang-orang Jogja yang berasal dari NTT yang selalu akan menjaga kondusivitas Yogyakarta,” katanya.
Bantuan Pangan hingga Desember
Perhatian Pemda DIY terhadap mahasiswa dari daerah terdampak bencana bukan kali pertama dilakukan. Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, setiap terjadi bencana, Pemda DIY berupaya mengetahui kondisi mahasiswa asal daerah terdampak yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Selain bantuan living cost, Pemda DIY juga menyiapkan dukungan pangan bagi mahasiswa NTT hingga Desember 2026.
Situasi semakin berat karena sejak gempa, Vansianus belum menerima kiriman biaya dari keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidup selama berada di Yogyakarta.
“Sehingga saya merasa berterima kasih sekali kepada Pemda DIY karena peduli dengan kami,” katanya.
NTT Siapkan Posko Bantuan
Sementara itu, Florida mengatakan kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat di wilayah terdampak gempa saat ini antara lain tenaga kesehatan, tenda, dan makanan siap saji.
Pemerintah Provinsi NTT juga membuka posko bantuan di Yogyakarta dan Jakarta untuk menghimpun dukungan dari masyarakat dan diaspora NTT.
Bantuan yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Flores.
Bagi para mahasiswa NTT di Yogyakarta, kepedulian Pemda DIY bukan sekadar bantuan material. Dukungan tersebut menjadi penguat di tengah kekhawatiran terhadap keluarga di kampung halaman yang masih menghadapi dampak bencana.
Di tengah situasi sulit pascagempa, solidaritas dari Yogyakarta menjadi bukti bahwa jarak tidak menghalangi kepedulian terhadap warga NTT yang sedang membutuhkan bantuan.(**)
