KUPANG, terasntt.co — Ring tinju malam itu tidak sekadar menjadi tempat adu pukulan. Dari atas ring, pesan solidaritas dan kepedulian untuk masyarakat Flores yang terdampak gempa menggema kuat.
Di sela-sela Open Sparing Tinju Anak dan Remaja NTT dalam rangkaian Pameran Pembangunan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama legenda tinju Indonesia Daud Yordan turun langsung dalam Laga Amal dan Open Donasi Bencana Flores, Minggu (16/8) malam.
Laga tersebut mempertemukan Johni Asadoma dan Daud Yordan, serta sejumlah petinju NTT yang tengah dipersiapkan menuju PON 2028 NTT-NTB, yakni Alex Aldiste, Eman Maubere, dan Jeriko Daud.
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan “NTT Peduli Gempa Flores”, sekaligus membuktikan bahwa olahraga bukan hanya tentang mengejar prestasi. Di tangan orang-orang yang peduli, ring tinju pun dapat berubah menjadi panggung kemanusiaan untuk menggalang solidaritas dan bantuan bagi sesama.
Dari Ring, Seruan Solidaritas untuk Flores
Sebelum pertandingan dimulai, Johni Asadoma mengajak seluruh masyarakat yang hadir menjadikan laga amal tersebut sebagai momentum untuk menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara di Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Kita hadir di sini untuk menunjukkan rasa solidaritas kita, untuk ikut merasakan penderitaan saudara-saudara kita di Flores. Kita semua berduka dan bersedih. Hati kita turut berduka dan bersimpati dengan saudara-saudara kita di Flores,” ujar Johni.
Menurutnya, pertandingan tersebut bukan sekadar hiburan atau pertarungan olahraga, melainkan bagian dari gerakan kemanusiaan yang diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
“Saya mohon kita bisa bersolidaritas, menyumbang sesuai kemampuan kita. Kita berdoa agar musibah ini bisa segera diatasi, para korban bisa mendapatkan bantuan dan pulih kembali,” katanya.
Johni juga mengajak seluruh hadirin menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan masyarakat Flores yang terdampak bencana agar diberikan kekuatan, ketabahan dan penghiburan.
“Semoga saudara-saudara kita diberikan kekuatan dan penghiburan dari seluruh warga NTT dan seluruh warga Indonesia,” ujarnya.
Dua Ronde, Penuh Sportivitas
Salah satu momen yang paling menyita perhatian penonton adalah ketika Johni Asadoma berhadapan langsung dengan Daud Yordan.
Pertandingan berlangsung selama dua ronde dalam suasana penuh semangat, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Pada ronde pertama, Daud Yordan sempat terjatuh setelah menerima pukulan Johni Asadoma.
Daud kemudian segera bangkit sambil tersenyum. Momen tersebut justru mencairkan suasana dan menghadirkan kehangatan di tengah laga yang sejak awal membawa misi kemanusiaan.
Pertemuan dua figur yang memiliki sejarah panjang dalam dunia tinju Indonesia itu menunjukkan bahwa ring tidak selalu tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Malam itu, kemenangan sesungguhnya adalah ketika olahraga mampu menggerakkan hati masyarakat untuk peduli terhadap sesama.
Usai pertandingan, Daud Yordan kembali mengajak masyarakat untuk ikut memberikan donasi bagi masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Dari Laga Amal Menuju PON 2028
Di balik misi kemanusiaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting untuk melihat kesiapan dan pembinaan petinju-petinju muda NTT menuju PON 2028 NTT-NTB.
Daud Yordan secara khusus menyaksikan penampilan para petinju muda NTT dalam Open Sparing Tinju Anak dan Remaja. Ia menilai NTT memiliki tradisi panjang dalam melahirkan petinju-petinju berprestasi.
“Saya optimis dan sangat yakin. NTT dari zaman ke zaman banyak melahirkan legenda-legenda tinju. Saya yakin prestasi untuk PON 2028, tinju akan menjadi juara,” kata Daud.
Optimisme tersebut tidak lepas dari potensi besar yang dimiliki NTT serta tradisi tinju daerah ini yang telah melahirkan sejumlah atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Kepada para petinju muda, Daud berpesan agar tidak hanya mengandalkan bakat. Prestasi, menurutnya, harus dibangun melalui disiplin, motivasi, semangat dan kemampuan mengatur waktu.
“Tanamkan disiplin yang tinggi. Tiru senior-senior tinju dari NTT. Motivasi dan semangat yang tinggi untuk meraih prestasi. Dengan disiplin kita bisa mengatur target dan mengatur waktu untuk meraih prestasi,” pesannya.
Kehadiran para petinju muda dalam laga amal tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan mental bertanding. Mereka mendapat kesempatan merasakan atmosfer pertandingan sekaligus belajar langsung dari para senior yang telah lebih dahulu mengukir prestasi.
Bagi Alex Aldiste, tampil bersama Daud Yordan menjadi pengalaman berharga untuk menyerap langsung pengalaman salah satu petinju terbaik Indonesia. Sementara Eman Maubere, yang telah memiliki pengalaman di ajang PON, kini kembali dipersiapkan untuk memperkuat kontingen NTT pada PON 2028.
Legenda Bertemu Generasi Penerus
Pertemuan Johni Asadoma dan Daud Yordan dengan para petinju muda NTT malam itu membawa pesan yang lebih besar: prestasi tidak lahir secara instan.
Di balik seorang juara terdapat proses panjang berupa latihan, disiplin, pembinaan, pengalaman bertanding, mental yang kuat serta keteladanan dari generasi sebelumnya.
Johni Asadoma merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan tinju Indonesia, sementara Daud Yordan dikenal sebagai salah satu petinju profesional Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa di pentas internasional.
Kehadiran keduanya bersama para atlet muda NTT menjadi ruang untuk mempertemukan pengalaman para senior dengan semangat generasi penerus.
Di tengah persiapan menuju PON 2028 NTT-NTB, pesan dari ring malam itu pun menjadi semakin kuat. NTT bukan hanya ingin sukses menjadi tuan rumah, tetapi juga ingin melahirkan atlet-atlet yang mampu mengukir prestasi di kandang sendiri.
Malam itu, ring tinju menjadi saksi bahwa olahraga dapat melampaui batas pertandingan.
Dari ring, NTT mengirimkan pesan solidaritas untuk Flores. Dari ring pula, NTT menyalakan harapan untuk prestasi olahraga menuju PON 2028.(/m45)*
