ANAKALANG, terasntt.co — Bukan hanya bergerak di bidang ekonomi dan perbankan PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT) atau Bank NTT juga ikut mendukung berbagai Program pemerintah daerah termasuk percepatan penurunan stunting. Bank NTT Cabang Anakalang mengambil bagian lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sumba Tengah.
Bank NTT Cabang Anakalang telah menyalurkan dana sebesar Rp 217 juta melalui program CSR sebagai bentuk komitmen mendukung pemerintah dalam rangka menurunkan angka stunting di wilayah setempat.
Dana CSR dimaksud diserahkan langsung Pimpinan Cabang Bank NTT Anakalang, Gillberth Daud kepada jajaran pimpinan daerah, termasuk Bupati Paulus S.K. Limu yang didampingi Wakil Bupati Martinus Umbu Djoka, dan Sekretaris Daerah Bernad Gala.
Bantuan dana ini akan digunakan untuk mendukung intervensi gizi, penyediaan makanan sehat bagi balita dan ibu hamil, serta edukasi berbasis komunitas.
“Ini bukan sekadar bantuan, ini investasi untuk masa depan anak-anak kami dan kami menyambut baik dukungan Bank NTT yang telah konsisten menjadi mitra pembangunan daerah,” kata Bupati Paulus S. K Limu, Senin (2/6/2025).
Komitmen Bank NTT tak berhenti pada urusan gizi semata. Dalam kesempatan yang sama, Bank NTT juga menyerahkan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) kepada Pemkab Sumba Tengah. Inovasi ini adalah bagian dari upaya mendorong transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah, serta mendukung agenda nasional Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD).
“Kami ingin memastikan keuangan daerah dikelola secara modern, digital, dan bertanggung jawab dan Sumba Tengah menjadi salah satu kabupaten terdepan yang langsung bergerak mengadopsi sistem ini,” tegas Pimpinan Cabang Bank NTT Anakalang, Gillberth Daud.
Menurutnya dengan KKPD, belanja operasional pemerintah dapat dilakukan secara nontunai, dengan sistem yang lebih cepat dilacak, lebih aman, dan minim risiko penyalahgunaan. Inovasi ini juga menjadi bagian dari strategi mencegah korupsi melalui digitalisasi transaksi pemerintah.

Demikian juga bagi Pemerintah Sumba Tengah, kehadiran KKPD dan dukungan CSR menjadi momentum ganda, di satu sisi untuk menyelamatkan generasi, di sisi lain untuk membenahi sistem. Dua urusan yang selama ini berjalan paralel, dan kini mulai dalam satu napas pembangunan yang terukur dan kolaboratif.
“Kita tidak bisa bicara masa depan anak-anak tanpa membenahi cara kita mengelola sumber daya dan inilah wujudnya, mitra keuangan daerah yang bukan hanya datang menawarkan jasa, tapi solusi,”ujar Sekda.
Langkah yang ditempuh Bank NTT ini untuk mempertegas posisinya, bukan sekadar bank daerah, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam reformasi dan kemajuan daerah. Dari meja anggaran hingga posyandu di pelosok desa, Bank NTT ikut memastikan bahwa pembangunan bukan hanya rencana di atas kertas tapi kenyataan yang tumbuh bersama rakyat.(*)






