KUPANG, terasntt.co — Gubernur NTT, Melki Laka Lena secara resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) NTT VII Tahun 2025 yang berlangsung di Stadion Oepoi Kupang, Selasa (9/9/2025). ” Pembinaan Atlit sejak usia dini nentukan prestasi di masa depan,” kata Gubernur Melki.
Dalam sambutannya Gubernur mengungkapkan, keberhasilan atlit ataupun capaian prestasi olahraga sebuah daerah ditentukan melalui persiapan serta pembinaan yang baik sejak dini, teratur dalam manajemen olahraga yang baik dan juga diberikan kesempatan untuk bertanding sejak dini.
”Melalui ajang seperti POPDA inilah kita bisa menemukan atlit-atlit yang dipersiapkan untuk iven-iven nasional seperti PON ataupun iven olahraga internasional. Tentu dalam ingatan kita, atlit-atlit NTT berjuang dalam PON 2024 di Aceh dan Sumut dan meraih 7 medali emas, 13 medali perak, dan 16 medali perunggu. Itu membuktikan bahwa semuanya bisa dicapai dengan langkah awal pembinaan atlet sejak dini,” jelas Gubernur.
“Capaian itu tidak datang tiba-tiba, tapi dimulai dari pembinaan dan prestasi yang disiapkan sejak usia dini, sejak masih berstatus pelajar, dan dari ajang seperti inilah kita bisa melahirkan atlit-atlit unggul,” lanjutnya.
Gubernur juga mendorong kepada setiap atlet untuk bertanding dengan semangat tinggi dan meraih prestasi serta menjaga sportivitas dan persaudaraan diantara para atlet.
“Bertanding lah dengan fokus, disiplin dan raihlah prestasi setinggi-tingginya, namun jangan pernah melupakan persaudaraan, persahabatan, dan persatuan,” ungkap Gubernur.
Melki menyebut lewat olahraga bisa melatih rasa menghargai diri sendiri dan juga menghargai orang lain.
“Dari olahraga kita meningkatkan kemampuan baik secara fisik maupun mental, dan juga melatih kita untuk terbuka dan jujur serta lapang dada menerima hasil yang diraih. Namun inti dari semuanya adalah kita menjaga kekeluargaan dan solidaritas,” ujarnya.
”Bagi atlit yang nanti meraih prestasi dan kemenangan maka terimalah hasil tersebut rendah hati dan rasa syukur, dan kepada setiap yang kalah tetap semangat berlatih untuk meraih prestasi pada waktu yang akan datang,” tambahnya.
Gubernur NTT, juga mengajak para pemimpin daerah, dan penyelenggara olahraga untuk bersama menyukseskan POPDA NTT tahun 2025, sebagai langkah awal melanjutkan rencana ajang olahraga berikutnya yang akan diselenggarakan terkhususnya penyelenggaran PON ke XXII tahun 2028 mendatang di NTT dan NTB.
Pembukaan POPDA VII NTT ini ditandai dengan penekanan sirine dan pelepasan balon ke udara oleh Gubernur serta dilanjutkan dengan penyerahan Kartu BPJS secara simbolis kepada perwakilan altit.
Panitia pelaksana Plt. Kadispora NTT, Alfonsius Theodorus dalam laporannya menyampaikan, bahwa pelaksanaan POPDA tidak saja untuk pengembangan potensi pelajar daerah, namun juga untuk rencana jangka panjang ajang olahraga lainnya dalam sinergi “Ayo Bangun NTT.”
Menurutnya ada 19 Kontingen yang berpartisipasi pada POPDA kali ini diantaranya Kabupaten Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Lembata, Malaka, Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sikka, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara serta PPLD dan PPLMD.
Selain itu, Jumlah total peserta POPDA VII tahun 2025 adalah 1.440 orang dengan rincian atlet berjumlah 1086 orang, jumlah pelatih 229 orang, dan jumlah manajer 125 orang. POPDA kali ini juga mempertandingkan 7 cabang olahraga yaitu shorinji kempo, pencak silat, tinju, taekwondo, karate, wushu dan atletik.






