Bank NTT Dukung Petani NTT Lewat Inovasinya

Foto bersama usai RDP Bank NTT bersama Komisi III DPRD NTT

KUPANG, terasntt.co — Bank NTT secara meyakinkan mengambil langkah berani dan inovatif mendukung  petani  maupun  wanita tani di Provinsi NTT. Dukungan tersebut tertuang lewat rekomendasi rapat dengar pendapat antara Bank NTT dan Komisi III DPRD NTT pada awal Desember 2025.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes de Rosari mengatakan Komisi III DPRD NTT dan Bank NTT, menyepakati perlu penyederhanaan proses verifikasi kredit, khususnya bagi kelompok wanita tani dan petani.

Menurut de Rosari, dengan merampingkan dokumen serta memperbaiki alur administrasi agar lebih efisien dan mudah di akses.

” Komisi dan Bank NTT menyepakati perlu penyederhanaan proses verifikasi kredit, khususnya bagi Kelompok Wanita Tani dan para petani, dengan merampingkan dokumen serta memperbaiki alur administrasi agar lebih efisien dan mudah diakses,” kata de Rosari usai RDP itu.

BACA JUGA:  Berhasil Tekan NPL 2,6 Persen, Bank NTT Optimis Dapat Kuota KUR Rp 1 Triliun

Ia menjelaskan, bahwa komisi juga menilai penyaluran kredit produktif perlu diperkuat karena berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, sementara kredit konsumtif tetap dibutuhkan namun harus dijaga proporsinya.

” Keseimbangan keduanya penting untuk menjaga kinerja Bank NTT yang stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ketua Fraksi Golkar ini juga menyatakan, komisi mengharapkan pelaksanaan KUB dengan Bank Jatim, termasuk kewajiban Buyback saham, dapat dituntaskan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.

Komisi juga meminta kejelasan besaran Buyback sesuai porsi penyertaan modal Bank Jatim agar roadmap KUB dapat disusun terukur dan sesuai ketentuan OJK. 

Di sisi lain, komisi juga mencatat rasio BOPO Bank NTT yang mencapai 85% dan mengharapkan manajemen mengambil langkah strategis, untuk menurunkannya agar efisiensi operasional dapat meningkat.

BACA JUGA:  Melki Laka Lena Janji Benahi Jaringan Irigasi Gising Untuk 3.000 ha Sawah Elar

“Komisi meminta agar Direksi dan Komisaris Bank NTT membuat Strategi tahun depan dengan fokus menurunkan NPL melalui penagihan intensif dan restrukturisasi,” ujarnya.(**)