KUPANG, terasntt.co – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menginstruksikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT mempercepat pemberkasan administrasi dan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi CPNS yang belum menuntaskan tahapan pengangkatan menjadi PNS.
Instruksi tersebut ditegaskan Kepala BKD NTT, Kanisius Mau, saat berdialog secara daring dengan perwakilan CPNS dari berbagai perangkat daerah, Selasa (20/10/2026). Rapat itu juga membahas keresahan CPNS terkait keterlambatan administrasi dan ketidakjelasan waktu pengangkatan.
Sebanyak 1.340 CPNS masih menanti kepastian, sementara 40 rekan mereka dari angkatan yang sama telah lebih dahulu diangkat menjadi PNS.
Kanisius menjelaskan, Gubernur Melki telah meminta BKD mengintensifkan koordinasi, mengidentifikasi kendala, dan mempercepat penyelesaian seluruh persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pengangkatan CPNS menjadi PNS ditargetkan paling lambat April 2027 sesuai TMT yang direncanakan. Namun, jika seluruh persyaratan dan tahapan administrasi selesai lebih cepat, pengangkatan pada Desember 2026 akan lebih baik,” jelas Kanisius.
Ia meminta para CPNS tetap tenang dan mengacu pada informasi resmi BKD agar tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi. BKD juga membuka ruang koordinasi untuk menampung dan menindaklanjuti kendala yang dihadapi.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Yohanes Abrianto Kore, menegaskan bahwa CPNS merupakan aset penting pemerintah daerah. Karena itu, pelayanan kepegawaian harus berjalan profesional, transparan, setara, dan sesuai prosedur.
Ia menekankan, percepatan pemberkasan dan Latsar penting untuk memberikan kepastian kepada CPNS sekaligus mencegah persoalan administrasi berlarut-larut.
Pemprov NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Melki dan Wakil Gubernur Johni Asadoma berkomitmen memperkuat tata kelola kepegawaian yang tertib dan akuntabel serta memastikan setiap tahapan pengangkatan diproses sesuai ketentuan.(**/m45)






