1.500 Rumah untuk Korban Gempa Flores, Melki Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat dan Yayasan Buddha Suci

Gubernur NTT Melki Laka Lena berada di tenda pengungsi korban gempa Nagekeo

NAGEKEO, terasntt.co — Pemerintah Pusat bersama Yayasan Buddha Suci dan Maruarar Sirait memberikan dukungan nyata untuk mempercepat pemulihan hunian warga terdampak gempa Flores.

Sebanyak 1.500 unit rumah disiapkan untuk membantu masyarakat yang kehilangan maupun mengalami kerusakan tempat tinggal.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak tersebut saat meninjau sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores, Minggu (23/8/2026).

Peninjauan dilakukan mulai dari Ngada, Nagekeo, Ende hingga Sikka. Sebelumnya, Gubernur Melki juga telah turun langsung meninjau kondisi masyarakat terdampak gempa mulai dari Labuan Bajo hingga Maumere.

Melki menjelaskan, Pemerintah melalui Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi warga terdampak di tiga kabupaten yang mengalami dampak cukup berat, yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo.

Komitmen tersebut merupakan hasil rapat pada 20 Agustus 2026 yang dihadiri Menteri PKP, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid serta pemerintah daerah dari tiga kabupaten terdampak.

Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat menyatakan kesiapan memberikan bantuan stimulan perumahan swadaya untuk 1.000 rumah di tiga kabupaten tersebut.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Berharap "Everybody Can Do CPR" IDI NTT, Menjangkau Lembaga & Lapisan Masyarakat

“Saya mewakili tiga bupati dan warganya yang terdampak, sebagai gubernur, mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri PKP yang sudah memberikan dukungan perumahan kepada kami,” kata Melki.

Tidak hanya pemerintah pusat, dukungan untuk pemulihan hunian warga juga datang dari Yayasan Buddha Suci. Yayasan tersebut berkomitmen membangun 500 unit rumah baru bagi masyarakat terdampak gempa di tiga kabupaten sasaran.

“Yayasan Buddha Suci juga sudah berkomitmen untuk pembangunan 500 unit rumah baru,” ujar Melki.

Selain itu, dukungan pribadi juga diberikan Maruarar Sirait sebesar Rp 5 miliar. Bantuan tersebut akan digunakan untuk membantu pemerintah daerah membangun rumah tambahan di luar program 1.000 unit yang mendapat dukungan pemerintah pusat.

Melki berharap kolaborasi pemerintah, yayasan dan pihak swasta tersebut dapat mempercepat pemulihan masyarakat Flores, terutama keluarga yang rumahnya rusak berat maupun mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa.

“Semoga ini bisa membantu keluarga kita yang membutuhkan ataupun bisa segera memperoleh rumah yang layak untuk ditinggali dalam waktu yang lama,” katanya.

BACA JUGA:  Bangun RS Pratama di Reo, Melki Laka LenaTerima Ayam Putih dari Toda

Menurut Melki, pembangunan dan perbaikan rumah menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak dalam masa pemulihan pascagempa. Karena itu, penanganan tidak hanya difokuskan pada pembangunan rumah baru, tetapi juga perbaikan rumah warga yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.

Dalam rapat 20 Agustus tersebut, Melki hadir bersama Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT serta tiga kepala daerah terdampak, yakni Bupati Manggarai Heri Nabit, Bupati Manggarai Timur Andre Agas dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, masing-masing bersama jajaran Dinas PUPR.

Melki menegaskan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar bantuan tidak berhenti pada komitmen, tetapi segera diwujudkan dalam pembangunan rumah bagi masyarakat.

“Terima kasih juga kepada Pak Tito Mendagri dan Pak Nusron Menteri ATR/BPN,” ujar Melki.

Dengan dukungan tersebut, pemerintah berharap proses pemulihan hunian masyarakat terdampak gempa Flores dapat berlangsung lebih cepat. Untuk tahap awal, perhatian diprioritaskan kepada tiga kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo, sebelum bantuan diperluas ke wilayah terdampak lainnya.(**)