KUPANG, terarsntt.co — Sebagai tuan rumah PON XXII 2028 semua cabang olahraga (Cabor) berpacu dengan berbagai turnamen untuk mempersiapkan atlit potensialnya.
Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Nusa Tenggara Timur yang juga salah Cabor andalan NTT mulai mengambil langkah lewat pembinaan pemain muda melalui kompetisi dan seleksi di daerah.
Ketua Bidang Futsal Development AFP NTT
Muchlis Lapitonung, mengatakan pola pembinaan pemain futsal usia muda dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah melalui program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLD).
Selain itu, lanjutnya AFP NTT juga menggandeng Asosiasi Futsal Kabupaten/Kota (Afkab/Afkot) untuk menggelar Turnamen Piala Gubernur sebagai ajang penjaringan pemain potensial menuju PON.
“Dalam turnamen tersebut setiap daerah wajib membawa 14 pemain, dengan minimal enam pemain berusia kategori PON. Bahkan dalam line-up lima pemain di lapangan, minimal satu pemain harus berasal dari kelompok usia PON,” tegas Muchlis.
Fokus Pembinaan Pemain Muda
Muchlis mengatakan, meski regulasi usia pemain PON masih menunggu kepastian, AFP NTT sementara mengasumsikan rentang usia pemain kelahiran 2007 hingga 2011 agar ketersediaan pemain muda tetap terjaga.
” Selain pembinaan pemain, peningkatan kualitas perangkat pertandingan juga menjadi perhatian. Pelatih yang terlibat diwajibkan memiliki lisensi nasional, sementara wasit yang memimpin pertandingan minimal berlisensi level 1 nasional,” ujarnya.
Saat ini, katanya NTT telah memiliki sekitar 170 wasit futsal dan 50 pelatih yang diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan futsal daerah, bahkan ditargetkan dapat memimpin pertandingan di ajang PON 2028.
” Seleksi Melalui Porprov dan Kejurda
AFP NTT juga menjadikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan berbagai kejuaraan daerah sebagai ajang seleksi pemain menuju tim futsal PON,” ucapnya.
Di sisi lain, menurutnya data pemain usia PON juga telah dikumpulkan melalui program talent detection Timnas U-16 dan U-19 yang digelar di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat untuk wilayah Flores, serta Kota Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk wilayah Timor, Sumba, Alor, Rote, dan Sabu.
Dari proses tersebut, muncul sejumlah pemain potensial. Salah satunya Putu Satria Wijaya, kiper muda asal Kabupaten Nagekeo yang berhasil lolos seleksi Tim Nasional Futsal U-16 Indonesia.
Muchlis menegaskan, NTT juga memiliki pemain yang pernah memperkuat tim nasional futsal putri, yakni Quisepina Astin Olin, yang sebelumnya tampil di ajang SEA Games dan turut menyumbangkan medali perak bagi Indonesia bersama rekannya Asella Luka Aka.
Target Medali PON 2028
Lewat berbagai persiapan menghadapi PON 2028, AFP NTT memasang target ambisius. Tim futsal putri ditargetkan meraih medali emas, sementara tim futsal putra diharapkan mampu membawa pulang minimal medali perak.
“Dengan persiapan sejak dini dan dukungan semua pihak, kami optimistis futsal NTT bisa berprestasi di PON 2028,” tandasnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh pecinta futsal di NTT untuk memberikan dukungan dan doa agar target tersebut dapat terwujud.
“Futsal NTT menuju PON 2028, target emas,” ujarnya.(**)






