Tampil Perdana, Stand KONI NTT Suguhkan Jejak Sejarah Atlet NTT Sejak PON V Bandung 1961

Siswa SMPN 5 Kota berkunjung ke Stan KONI NTT di lokasi pameran pembangunan prov NTT, Selasa (18/8/2026)

KUPANG, terasntt.co — Stand Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Timur (NTT) tampil perdana dalam Pameran Pembangunan Provinsi NTT 2026 dan langsung menjadi salah satu titik yang menarik perhatian masyarakat.

Sejak hari pertama pameran yang mengusung tema “NTT Peduli Gempa Flores; NTT BaSTEL (Bangun SDM, Tumbuhkan Ekonomi, Lajukan NTT)”, Sabtu (15/8/2026) malam, stand KONI NTT bersama stand Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) NTT ramai dikunjungi warga.

Ketertarikan pengunjung tidak hanya dipicu oleh pertandingan tinju dan atraksi bela diri yang digelar di sekitar lokasi pameran. Momentum NTT yang dipercaya menjadi tuan rumah PON XXII 2028 juga menjadi magnet tersendiri.

Beragam pernak-pernik dan informasi tentang PON yang ditampilkan di stand KONI NTT membuat pengunjung penasaran. Sejumlah warga bahkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi mengenai perjalanan atlet-atlet NTT di ajang olahraga nasional sejak pertama kali berpartisipasi.

Antusiasme itu juga terlihat ketika siswa-siswi SMP Negeri 5 Kota Kupang mengunjungi stand pameran. Mereka aktif bertanya tentang sejarah keikutsertaan NTT di PON, peluang menjadi atlet berprestasi, hingga persiapan NTT sebagai tuan rumah PON XXII 2028.

BACA JUGA:  150 Anak TK/PAUD & SD Terlibat Lomba Mewarnai Menyongsong HUT Golkar ke 60

Salah seorang siswa, Arifin Djala, yang mengaku sedang menekuni latihan olahraga bela diri, tampak antusias menggali informasi mengenai bagaimana menjadi pesilat yang dapat menembus ajang PON hingga meraih medali emas.

“Pertanyaan anak-anak menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang mimpi dan masa depan. Mereka ingin tahu bagaimana proses seorang atlet bisa sampai ke PON dan meraih prestasi,” ujar salah satu petugas stand.

Pengunjung lainnya adalah Graciano Ama, seorang anak berkebutuhan khusus yang datang bersama ibunya, pensiunan dokter gigi Maria Goreti. Graciano yang juga merupakan sarjana musik turut menikmati suasana pameran dan informasi olahraga yang disajikan di stand KONI NTT.

Pada kesempatan tersebut, petugas piket stand, Stevie Johannis dan Thomas Duran, membagi para siswa ke dalam dua kelompok agar informasi dapat disampaikan secara lebih interaktif.

Stevie Johannis memaparkan perjalanan sejarah keikutsertaan NTT dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), termasuk jejak para atlet NTT sejak PON V Bandung 1961.

Sementara Thomas Duran menjelaskan perkembangan persiapan NTT menghadapi PON XXII 2028. Penjelasan mencakup kesiapan venue, lokasi pertandingan di sejumlah wilayah, serta sinergi Pemerintah Provinsi NTT, KONI, Dispora dan pemerintah kabupaten/kota yang nantinya menjadi bagian dari penyelenggaraan PON.

BACA JUGA:  NTT Optimis Wujudkan Swasembada Pangan; Joaz Beberkan Alasannya

Menurutnya, kehadiran stand KONI NTT dalam pameran bukan sekadar memperkenalkan olahraga, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal sejarah perjuangan atlet NTT sekaligus melihat peluang mereka menjadi bagian dari sejarah olahraga NTT ke depan.

Pameran Pembangunan Provinsi NTT 2026 tahun ini mengangkat tema “NTT Peduli Gempa Flores” dan “NTT BaSTEL 2026”.

Istilah BaSTEL merupakan ungkapan dalam bahasa pergaulan masyarakat Kota Kupang yang berarti bergaya atau berdandan.
Pameran berlangsung selama 10 hari, mulai Sabtu (15/8/2026), di halaman depan Hotel Harper Kupang. Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 stand lembaga dan organisasi serta lebih dari 400 stand UMKM.

Selain menjadi ruang promosi pembangunan dan produk UMKM, pameran tersebut juga menjadi panggung untuk memperkenalkan potensi olahraga NTT sekaligus membangun antusiasme masyarakat menuju PON XXII 2028, ketika NTT akan menjadi tuan rumah.(tim)