BORONG, terasntt.co — Warga Pota dan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, mengapresiasi kebijakan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melalui skema “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa Flores.
Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu, terutama bagi warga di wilayah yang memiliki akses geografis sulit dan jauh dari pusat distribusi bantuan.
Melalui kios-kios yang ditunjuk, warga dapat mengambil kebutuhan pokok terlebih dahulu, sementara pembayaran dilakukan maksimal dua hari kerja setelah transaksi.
Syarifudin, warga Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, yang rumahnya rusak berat, mengatakan kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
“Ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Dengan kebijakan ini, kami bisa memenuhi kebutuhan sembako di kios terdekat tanpa khawatir belum mampu membayar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Elen Senari, warga Dampek, Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara. Menurutnya, kondisi geografis membuat distribusi bantuan membutuhkan waktu.
“Bukan berarti pemerintah tidak mau cepat membantu. Kami tahu aksesnya jauh dan tim membutuhkan waktu membawa bantuan. Karena itu, kebijakan ini sangat membantu kami memenuhi kebutuhan keluarga sambil menunggu bantuan tiba,” katanya.
Ketua RT 02/RW 01 Desa Satar Padut, Florianus Harsan, juga mengapresiasi kebijakan tersebut. Ia mengaku sempat meragukannya, namun kemudian merasakan langsung manfaatnya.
“Awalnya saya pikir kebijakan ini omong kosong, tetapi ternyata tidak. Saya mengapresiasi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur beserta jajarannya yang turun langsung membantu masyarakat,” ungkapnya.
Bagi warga, ketersediaan makanan, air minum dan kebutuhan rumah tangga merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa menunggu distribusi bantuan dalam jumlah besar.
Warga berharap skema tersebut tetap berjalan selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Pelaku Usaha Ikut Bergerak
Dukungan juga datang dari pemilik kios. Mereka menilai skema tersebut bukan sekadar transaksi jual beli, tetapi bagian dari solidaritas bersama membantu warga terdampak bencana.
Oma Agung Mulia Dewi, pemilik Kios Agung di Kelurahan Pota, mengatakan kebijakan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus ruang bagi pelaku usaha untuk ikut membantu.
“Masyarakat sangat terbantu. Kami sebagai pelaku usaha juga merasa dipercaya untuk melayani warga yang sedang mengalami kesusahan,” ujarnya.
Kris Seda, pemilik Kios Support di Dampek, Desa Satar Padut, berharap kebijakan tersebut terus dilaksanakan selama masyarakat masih dalam masa pemulihan.
“Kami mendukung kebijakan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT karena masyarakat memang membutuhkan kemudahan seperti ini. Kami juga bagian dari masyarakat, sehingga sudah sepatutnya ikut membantu,” katanya.
Skema “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” menjadi bentuk gotong royong antara pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap tersedia di tengah keterbatasan akses pascagempa.
Warga Pota dan Dampek berharap pola penanganan seperti ini terus diperkuat dan diperluas sehingga masyarakat di wilayah terpencil tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan cepat selama masa tanggap darurat dan pemulihan. (**)
