KUPANG, terasntt.co — SMP IL Kapten Nasipanaf, Kota Kupang, menjadikan pencak silat sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) untuk mengembangkan bakat sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Untuk mendukung program tersebut, pihak sekolah menggandeng Perguruan Silat Nasional Perisai Diri (PD) NTT. Program diawali dengan sosialisasi yang menghadirkan Ketua PD NTT Pendekar Maxi Nggeolima, Ketua PD Kota Kupang Yakobus Hanoi, serta penanggung jawab teknik Thomas Duran.
Sosialisasi diikuti para siswa calon pesilat dan dihadiri Kepala SMP IL Kapitan Nasipanaf, Yuliana Suat, bersama sejumlah guru dan staf sekolah.
Dalam pemaparannya, Maxi Nggeolima menjelaskan sejarah dan kurikulum latihan Perisai Diri. Ia menyebut Perisai Diri didirikan pada 2 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur, oleh Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo atau Pak Dirdjo.
Perisai Diri juga merupakan salah satu dari 10 Perguruan Historis Pencak Silat di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), yang telah berkembang di berbagai sekolah, perguruan tinggi, instansi pemerintah maupun swasta di Indonesia.
Menurut Maxi, latihan Perisai Diri tidak sekadar mengasah kemampuan fisik dan mengejar prestasi, tetapi juga membentuk mental, disiplin, tanggung jawab serta sikap saling menghormati.
“Perisai Diri tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membentuk karakter dan melestarikan budaya bangsa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMP IL Kapitan Nasipanaf, Yuliana Suat, mengatakan keputusan menjadikan pencak silat sebagai ekskul didasari keyakinan bahwa setiap siswa memiliki bakat dan kemampuan yang unik.
“Karena itu, sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan setiap bakat dan kemampuan yang dimiliki siswa. Pencak silat dapat menjadi wadah untuk mengembangkan potensi tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, pencak silat sejalan dengan misi sekolah dalam membentuk siswa yang berkarakter. Melalui latihan, siswa diharapkan belajar disiplin, bertanggung jawab dan saling menghormati.
Selain itu, kata Yuliana, pencak silat menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal, mencintai dan melestarikan warisan budaya asli Nusantara.
“Melalui pencak silat, kami ingin siswa tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga karakter yang kuat serta kecintaan terhadap budaya bangsa,” tandasnya. (m45)
