KUPANG, terasntt.co — Pencak Silat sebagai salah satu warisan budaya bangsa terus dilestarikan dan dikembangankan baik lewat lembaga pendidikan formal maupun non formal. Perguruan Pencak Silat Nasional Perisai Diri (PD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pengurus menggandeng lembaga pendidikan untuk mengembangkan budaya ini lewat prestasi anak di sekolah.
Lewat Pengurus, PD Provinsi dan Kota Kupang menjalin kerja sama dengan pihak manajemen SMPN 5 Kupang Timur, lewat sosialisasi bersama Kepala Sekolah Fourlens H.C. Asamani, para guru serta semua siswa, Sabtu (8/8/2026) pagi.
Materi Sosialisasi diberikan langsung oleh Ketua PD Provinsi NTT, Pendekar Maxi Nggeolima didampingi Ketua PD Kota Kupang Jek Hanoi, Penanggung Jawab Teknik Thomas Duran, Ketua Bidang Pelatih Muhammad Badu serta Bidang Humas Yap Wangsir.
Pada kesempatan berharga ini, Maxi Nggeolima menjelaskan, bahwa Silat Perisai Diri didirikan oleh Raden Mas Soebandiman Dirdjoatmodjo pada 2 Juli 1955 di Surabaya, Jawa Timur. Dan Perisai Diri masuk NTT dibawakan oleh Ely Mabikafola tahun 1976 yang terus berkembang hingga saat ini.
Ia menjelaskan, bahwa Filosofi & Nama
“Perisai Diri” artinya perisai untuk melindungi diri sendiri. Tujuannya bukan untuk mencari masalah, tapi untuk membela diri dan membentuk karakter.
Menurutnya ada 3 tujuan utama, yakni
Pembinaan Mental sebagai langkah membentuk pribadi beriman, disiplin, berani, jujur serta Bela Diri, juga Seni dan Olahraga.
Selain itu, pendekar Maxi juga menyampaikan bahwa dengan berpretasi bisa membawa anak menggapai cita – cita dan masa depan yang baik.
” Banyak anggota Perisai Diri lolos menjadi anggota TNI dan Polri karena memiliki prestasi di bidang olahraga,” ujarnya.
Menyikapi hal ini, Kepala Sekolah Fourlens Asamani menghimbau dan mengajak siswa/ siswinya untuk mengikuti latihan silat pada lembaga yang dipimpinnya.
” Sosialisasi hari ini banyak manfaat yang bisa diambil. Untuk itu sekembali dari sekolah nanti silahkan sampaikan kepada orangtua bahwa kalian akan mengikuti latihan Silat Perisai Diri sebagai ekstrakurikuler,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima jasih kepada Perisai Diri yang telah meluangkan waktu mensosialisasikan Silat Perisaidiri sebagai warisan budaya bangsa.
” Terima kasih bapak pendekar dan rekan yang telah meluangkan waktu mensosialisasikan hal baik bagi kepentingan anak – anak ke depan,” ucapnya.(m45)
