WAIKABUBAK, terasntt.co — Pemerintah Daerah (Pemda) Sumba Barat menggandeng Bank NTT mempercepat transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan desa. Didampingi pimpinan Bank NTT Cabang Waikabubak, Marthinus Soai, Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade dengan penyediaan aplikasi Cloud Siskeudes Online, PT Imtek Media Data menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Sebelum penandatanganan, rombongan juga meninjau ruang server milik PT Imtek Media Data sebagai bagian dari penguatan infrastruktur digital untuk pengelolaan keuangan desa.
Kerja sama ini sebagai langkah strategis percepatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di tingkat desa, khususnya pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi dengan sistem perbankan daerah.
Direktur PT Imtek Media Data, Insan Maulana Rohsyal menjelaskan, bahwa pihaknya menyediakan layanan cloud terpusat yang mencakup pemeliharaan sistem, pengembangan aplikasi, serta integrasi data lintas sektor.
” Sejumlah produk digital perusahaan telah digunakan di berbagai daerah, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Timur. Inovasi utama dalam kerja sama ini adalah integrasi data keuangan desa dengan sistem perbankan melalui aplikasi Siskeudes Online,” katanya.
Insan menegaskan, Bank NTT menjadi satu-satunya bank daerah yang berhasil menghubungkan data desa dengan sistem perbankan secara real-time.
“ Ini memungkinkan proses keuangan desa menjadi lebih cepat, terkontrol, serta meminimalkan risiko kesalahan maupun penyimpangan,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Yohanis Dade menyambut kerja sama ini sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi di daerahnya. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan keuangan desa.
Perkembangan teknologi adalah peluang untuk memperkuat kinerja pemerintahan dan memastikan pembangunan berjalan lebih efektif,” kata Yohanis.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PT Imtek Media Data, dan Bank NTT Cabang Waikabubak agar implementasi sistem berjalan optimal dan minim kendala di lapangan.
Yohanis berharap sistem ini mampu mendorong transparansi pengelolaan dana desa melalui transaksi non-tunai, memperkuat pengawasan, serta menyeragamkan standar kepatuhan di seluruh desa di Sumba Barat. Seluruh desa ditargetkan dapat mengadopsi sistem ini secara penuh dalam tahun berjalan.
Untuk itu, ia mendorong adanya pelatihan bagi aparatur pemerintah desa agar mampu beradaptasi dengan sistem digital yang baru. Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.
Kerja sama ini mencerminkan tren digitalisasi tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia, khususnya dalam pengelolaan keuangan desa.(**)
