Kunker ke NTT, Komisi X DPR RI Serahkan Bantuan DAK Non Fisik Rp 1,06 T ke Pemprov

Anggota Komisi X DPR RI Anita Gah menyerahkan DAK pendidikan non fisik senilai Rp 1,06 T kepada Gubernur NTT, Melki Laka Lena di ruang rapatnya, Rabu (22/4/2026)

KUPANG, terasntt.co — Dalam kunjungan kerja mereka ke NTT, Komisi X DPR RI juga menyerahkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan non fisik kepada pemerintah provinsi. DAK senilai Rp 1,06 triliun lebih itu diserahkan anggota Komisi X Anita Gah bersama rekannya kepada gubernur Melki Laka Lena di ruang rapatnya, Rabu (22/4/2026).

Gubernur didampingi Wakil Gubernur Johni Asadona, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni serta sejumlah pejabat.

Selain menyerahkan bantuan, kesempatan berharga ini juga dimanfaatkan untuk membahas isu serta data faktual sektor pendidikan dasar dan menengah, kebudayaan, pemuda dan olahraga, serta perpustakaan.

Agenda Komisi X DPR RI dalam kunker tersebut tidak semata melakukan pengawasan, melainkan juga membawa dukungan anggaran pendidikan bagi daerah, yakni DAK Non Fisik Pendidikan TA 2026 yang diperuntukan bagi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 487.790.440.000 dan aneka tunjangan sebesar Rp 577.001.766.000, dengan total mencapai Rp1.064.792.206.000.

Pada kesempatan yang sama, Komisi X DPR RI juga menyerahkan secara simbolis bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada tiga mahasiswa, yakni Gisela Ayestin Rambu Ng Nawa dari Universitas Nusa Cendana (Program Studi Kesehatan Masyarakat), Diego Jitri Aleksandro Reinawah dari Politeknik Negeri Kupang (Program Studi D3 Teknik Sipil), dan Melji Wele dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering).

BACA JUGA:  KPU NTT, Yakin Pemilu 2024 Tanpa Kecurangan

Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut di tengah tantangan ketimpangan dan kualitas pendidikan di NTT yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

“Di tengah ketimpangan pendidikan dan kualitas pendidikan NTT yang harus kita benahi, hari ini ada berkat dari Komisi X DPR RI. Untuk itu, saya mewakili Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang mendalam,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan Komisi X DPR RI bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan membawa misi penyerapan aspirasi sekaligus dukungan nyata bagi sektor pendidikan di NTT.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menindaklanjuti pesan Komisi X DPR RI terkait pentingnya pembenahan data pokok pendidikan (dapodik), yang menjadi dasar penyaluran berbagai bantuan pendidikan, termasuk KIP.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Serahkan Dana Rp 3,9 M untuk Sekolah Menengah di Ende

“Saya memberikan pesan tegas kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, serta para kepala sekolah untuk segera membenahi data dapodik. Ini penting agar anak-anak kita di NTT bisa mendapatkan beasiswa KIP,” tegasnya.

Melki menilai, persoalan akurasi data masih menjadi kendala dalam memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran. Karena itu, pembenahan sistem data menjadi prioritas agar akses siswa terhadap program bantuan tidak terhambat.

Di akhir, Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di NTT.

“Mari kita sama-sama berkolaborasi untuk memperbaiki kualitas pendidikan kita di NTT,” ujarnya.

Kunjungan kerja Komisi X DPR RI ini sekaligus menjadi momentum penguatan dukungan pusat terhadap daerah, tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga penegasan pentingnya tata kelola data dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat NTT.(**)