BAJAWA, terasntt.co — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena terus bergerak menjangkau masyarakat terdampak gempa bumi Flores. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan selama masa tanggap darurat berjalan optimal sekaligus memantau kebutuhan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
Pada Kamis (27/8/2026), Gubernur Melki menyambangi Komunitas Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, Kabupaten Ngada.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan berupa sembako dan rendang untuk mendukung kebutuhan komunitas seminari selama masa tanggap darurat.
Usai meninjau kondisi lingkungan seminari, Gubernur Melki menyampaikan bahwa kondisi bangunan Seminari Mataloko relatif aman dibandingkan sejumlah bangunan di wilayah lain yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Puji Tuhan, Seminari Mataloko ini masih relatif aman dari sisi bangunannya kalau kita bandingkan dengan berbagai kerusakan di tempat lain akibat gempa ini,” ujar Gubernur Melki.
Tak hanya menyerahkan bantuan, Gubernur juga berdialog langsung dengan para seminaris. Ia memberikan motivasi agar para calon imam tersebut tetap bersemangat menjalani pendidikan di tengah situasi pascagempa.
Gubernur mengingatkan para seminaris untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, menjaga kesehatan, serta tetap menjalankan kegiatan pendidikan dengan baik sembari menunggu situasi kembali normal.
“Pokoknya kita menunggu informasi resmi dari BMKG dan berharap agar bencana ini cepat selesai. Sambil menunggu itu semua selesai, sekolah tetap jalan karena bagaimanapun kita tetap harus sekolah dengan baik,” kata Melki.
Kepada para seminaris yang dipersiapkan menjadi imam sekaligus calon pemimpin masa depan, Gubernur berpesan agar mereka memiliki mental kuat, tidak mudah menyerah, serta mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai situasi.
“Sebagai calon pemimpin masa depan, adik-adik harus tahan banting, tidak mudah menyerah. Dalam situasi model seperti ini, kita harus bisa menyesuaikan dan bersahabat dengan alam,” tambahnya.
Melki juga meminta para seminaris untuk tetap menjaga kesehatan dan tidak kehilangan semangat meskipun sedang menghadapi situasi sulit.
“Jaga kesehatan dan jangan pernah menyerah. Karena anak-anak seminari itu terkenal pantang menyerah dan semoga cita-cita kalian untuk menjadi imam senantiasa diberkati selalu oleh Tuhan,” ujarnya.
Apresiasi untuk Gubernur
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada, Andreas Paru, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur Melki terhadap masyarakat terdampak gempa, termasuk komunitas pendidikan dan seminari.
Menurut Andreas, perhatian tersebut menjadi bukti komitmen Gubernur dalam memastikan penanganan bencana menyentuh langsung masyarakat di berbagai wilayah.
“Bapak Gubernur kita ini tidak kenal lelah, setiap hari bergerak dan selalu bersama para korban terdampak gempa Flores. Bergerak dari satu titik ke titik posko pengungsian lainnya. Puji Tuhan, hari ini beliau langsung datang lihat adik-adik semua dan kasih bantuan untuk kita di sini,” ujar Andreas.
Sementara itu, Praeses Seminari Menengah St. Yohanes Berkhmans Todabelu, Mataloko, RD. Stef Wolo Itu, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Melki beserta rombongan yang telah hadir secara langsung di tengah komunitas seminari.
“Atas nama keluarga besar komunitas Seminari Mataloko, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi tulus kepada Bapak Gubernur dan rombongan yang berkenan hadir di tengah-tengah kita,” ujar RD. Stef.
Ia menjelaskan, selama masa gempa, para seminaris tidak diizinkan kembali ke rumah masing-masing. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi keluarga para siswa yang sebagian juga terdampak bencana di daerah asal mereka.
Saat ini, komunitas Seminari Mataloko menampung sekitar 704 siswa dari berbagai wilayah. Selain berasal dari Pulau Flores, para seminaris juga datang dari Timor, Sumba, serta sejumlah daerah di luar NTT.
Kunjungan Gubernur Melki ke Seminari Mataloko menjadi bagian dari rangkaian upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam memastikan kondisi masyarakat dan fasilitas pelayanan publik, termasuk lembaga pendidikan, tetap mendapatkan perhatian selama masa tanggap darurat gempa Flores.
Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, lembaga keagamaan, satuan pendidikan, serta berbagai pihak guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat.(**)






