LEWOLEBA, tersntt.co — Dalam rangka mendukung dan mensukseskan Jambore anak Sekami dan Remis tingkat Dekenat Lembata dan daya beli masyarakat Bank NTT menyalurkan sembako sebanyak 600 pket. Bank NTT bersama Bank Indonesia mengemas bantuan tersebut dalam bentuk pasar murah dengan harga Rp 1 per paket sejak tanggal 24 – 26 April 2026 di Paroki St. Fransiskus de Sales.
Untuk menjaga daya beli masyarakat serta mempercepat inklusi keuangan digital, maka pembayaran paket yang berisi 1 liter minyak goreng dan 1 kg gula pasir seharga Rp 1 tersebut menggunakan Qris atau nontunai sebagai bagian dari edukasi dan perluasan penggunaan sistem pembayaran digital.
Hari pertama kegiatan 200 paket yang disalurkan terjual cepat atas antusias peserta Jambore dan juga masyarakat setempat.
Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Petrus Soba Lewar, mengatakan, bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi sarana edukasi keuangan digital.
Transaksi dilakukan secara non-tunai melalui QRIS dan terbuka untuk semua bank. Bagi masyarakat yang belum memiliki mobile banking, kami juga melayani aktivasi langsung di lokasi sekaligus pembukaan rekening tabungan,” katanya.
Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran hingga ke daerah serta memperluas akses layanan perbankan. Inklusi keuangan dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Lembata.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga terintegrasi dengan pembinaan generasi muda melalui Jambore Sekami – Remis yang diikuti ratusan peserta dari oleh perwakilan 19 paroki.
Kegiatan tersebut dijadwalkan turut dihadiri oleh Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Mans Riberu, Pr, para imam, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Lembata.(**)
