Dugaan Keracunan Puluhan Siswa SMPN 8, Gubernur : Kita Fokus Pulihkan Kesehatan, Sambil Menunggu Hasil Uji Laboratorium

Perlu pembuktian penyebab keracunan terhadap.anak - anak ini

Gubernur NTT Melki Laka Lena memberikan sa.hutan pada acara syukuran gedung baru ATK, Sabtu (26/4/2025)

KUPANG, terasntt.co — Menyikapi kasus dugaan keracunan makanan terhadap puluhan siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang, Gubernur NTT Melki Laka Lena langsung berkoordinasi denga pemerintah Kota Kupang membentuk tim investigasi untuk mempelajari apa yang menjadi sebab akibat dari ini. Tim itu terdiri dari Dinkes Provinsi dan Kota serta Balai POM.

“Kami sudah menurunkan tim untuk mempelajari secara detail apa yang menjadi sebab akibat dari peristiwa ini. Pemerintah provinsi akan membantu dan mendukung Pemerintah Kota Kupang, khususnya Dinas Kesehatan, untuk melakukan surveilans epidemiologi guna mencari tahu apakah dugaan keracunan MBG ini benar atau ada kejadian lain. Kalau dugaan ini benar, tentu masih dicek lebih lanjut,” ujar Melki dalam keterangan resmi, Senin (22/7/2025) petang.

Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menyebut, proses investigasi masih berlangsung dan belum dapat disimpulkan apakah benar makanan yang dikonsumsi siswa tersebut mengandung zat berbahaya, seperti dugaan campuran bahan kimia.

BACA JUGA:  Kabunang Sabet Juara I di Dua Round Kejurnas 2024

“Apakah dugaan ini benar, ataukah ada peristiwa lain yang menyertainya, misalnya dalam konteks bagaimana makanan itu diolah atau disajikan, ini masih dalam tahap dugaan. Karena itu kita perlu pembuktian penyebab keracunan terhadap.anak – anak ini,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian besar siswa yang sempat dirawat baik di RS Siloam, Mamami dan SK.Lerik telah dipulangkan ke rumah masing-masing, sementara sekitar 10 orang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit dan kondisi mereka terus dipantau yang secara umum mulai membaik.

Sementara BPOM, lanjut Melki tengah melakukan penelitian terhadap sisa makanan yang rersisa di dapur MBG untuk memastikan bagaimana dan apa yang terjadi dengan kasus tersebut.

” Sekali lagi ini masih bersifat sementara dugaan dan belum bisa dipastikan dengan benar apa yang terjadi. Saya sudah cek kepada Balai POM besok itu hasil uji kimia sudah bisa diketahui. Sementara Mikroskopnya mungkin butuh tujuh hari lagi,” katanya.

BACA JUGA:  Anggaran Retret ASN Telah Dibahas & Disetujui Banggar DPRD NTT

Menurutnya Penelitian ini masih berjalan. Hasil dari BPOM akan disampaikan setelah proses laboratorium selesai. Ini penting agar kita bisa mengambil langkah yang tepat berdasarkan data yang valid,” tegas Melki.

Ia mengimbau agar semua pihak, baik sekolah, guru, orang tua, maupun penyedia makanan, untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan dan keamanan pangan, terutama bagi anak-anak sekolah.

“Kita semua perlu lebih mawas diri. Pastikan makanan yang disajikan benar-benar aman, dari dapur sampai ke tangan anak-anak kita. Pemerintah akan terus mengawal kasus ini dan menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik,” ujarnya. (*)