Bank NTT Salurkan KUR Rp. 350 M, Target Palaku Usaha

Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong

KUPANG, terasntt.co — Bank NTT mendapat alokasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah pusat tahun 2026 sebesar Rp. 350 miliar. Dana tersebut siap disalurkan bagi pelaku usaha yang membutuhkan.

Penyaluran KUR tersebut bisa melalui beberapa skema, yakni KUR Mikro, KUR Kecil, hingga KUR khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT.  

Demikian hal ini disampaikan Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong kepada wartawan di Kupang beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, bahwa KUR Bank NTT dimaksud menargetkan ribuan pelaku usaha mendapatkan manfaat program ini, dengan sasaran sekitar 3.450 debitur baru sepanjang tahun berjalan.  

Direktur Kredit Bank NTT ini menjelaskan, bahwa penyaluran KUR sebesar Rp 350 miliar menunjukkan, bahwa pembiayaan UMKM menjadi salah satu perhatian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.  

BACA JUGA:  Mudahkan Pembayaran Air, Pemkot Kupang Resmi Luncurkan Sistem Host to host Livin Merchant Bank Mandiri

“Bagi NTT yang memiliki struktur ekonomi berbasis sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, serta industri rumah tangga, ketersediaan modal usaha menjadi faktor penting agar masyarakat mampu meningkatkan produktivitas,” ujarnya. 

Selama ini, lanjut Geong salah satu hambatan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal. Tidak sedikit usaha kecil yang sebenarnya memiliki potensi pasar, produk unggulan, serta kemampuan produksi yang baik, namun sulit berkembang karena terbentur kebutuhan modal.  

Melalui KUR, katanya pelaku usaha memperoleh alternatif pembiayaan dengan skema yang lebih ringan dibandingkan kredit komersial biasa. Dan, kehadiran fasilitas ini memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperbesar kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, hingga melakukan investasi peralatan usaha.    

BACA JUGA:  Wagub Kunjungi Korban Puting Beliung & Tinjau Gereja di Bello

“Bagi seorang petani, tambahan modal dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas sarana produksi. Bagi peternak, pembiayaan dapat mendukung pengembangan populasi ternak. Sementara bagi pelaku usaha kreatif seperti pengrajin tenun, industri pangan lokal, dan usaha rumah tangga, akses modal dapat menjadi pintu masuk menuju pasar yang lebih luas,” tandasnya.(**)