Golkar NTT Doa Syukur Bersama, Atas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Kepada Presiden Soeharto

Usai Doa Syukur atas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional bagi Presiden Soeharto, Waketum DPP Partai Golkar Melki Laka Lena foto bersama semua pihak yang hadir

KUPANG, terasntt.co — Secara resmi Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Besar TNI H.M.Soeharto sebagai Presiden ke 2 di Jakarta bertepatan dengan hari Pahlawan 10 November 2025. Golkar NTT menandainya dengan doa syukur bersama di Kantor Golkar setempat, Rabu (12/11/2025).

Acara syukuran yang diawali dengan ibadah oikumene ini dipimpin tiga tokoh agama, masing – masing, Rm. Yallo (Imam Katolik), Pdt. Yusuf Nakmofa (Pdt.Protestan) dan H.Syafruddin Dapubeang (Imam Muslim). Hadir pula Wakil Ketum DPP Partai Golkar Melki Laka Lena yang juga adalah Ketua Golkar dan Gubernur NTT, Sekretaris Libby Sinlaeloe bersama pengurus, Anggota Fraksi Golkar NTT, Plt.Ketua DPD 2 Golkar Kota Kupang Heru Dupe bersama anggota Fraksi dan pengurus serta Ketua DPD 2 Golkar Kabupaten Kupang Daniel Taemenas bersama pengurus dan anggota Fraksi. Hadir pula Ketua Wantim Golkat NTT Acri Deo Datus

Dalam kesempatan itu, Melki Laka Lena mengenang kembali Presiden RI ke 2 Soeharto yang dikenal sebagai bapak pembangunan Indonesia.

” Selama 32 tahun jadi Presiden kurang lebih ada Rp100 T yang dialokasikan untuk membangun Indonesia. Di jaman Soeharto pembangunan terasa sampai ke pelosok seperti SD Inpres, Puskesmas serta pembangunan lainnya di mana – mana,” tegas Melki.

Waketum DPP Partai Golkar ini mengisahkan, bahwa di jaman pak Harto di bidang pertanian sangat maju, bahkan terjadi swasembada pangan.

Khusus di Nusa Tenggara Timur, lanjutnya ada pembangunan yang hingga saat ini masih dinikmati masyarakat antara lain, gedung GOR Oepoi, Bendungan Tilong juga kantor DPD Partai Golkar NTT dan SD Inpres serta Puskesmas yang tersebar hingga ke pelosok daerah di NTT.

” Di tangan pak Harto Indonesia maju di bidang pertanian hingga swasembada, intinya di era pak karto Indonesia maju, NTT juga maju,” tandasnya.(m45)

Exit mobile version