Sampaikan LKPJ Gubernur Melki Beberkan Sejumlah Capaian tahun 2025

Gubenur NTT Melki Laka Lena menyerahkan LKPJ 2025 kepada pimpinan DPRD NTT dalam sidang Paripurna, Kamis (26/3/2026)

KUPANG, terasntt.co — Gubernur NTT Melki Laka Lena penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dalam sidang paripurna DPRD NTT, Kamis (26/3/2026). Gubenur membeberkan sejumlah capaian pembangunan tahun 2025.

Dalam LKPJ -nya Gubernur Melki sebut capaian indikator makro pembangunan daerah Tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencatatkan progres yang menjanjikan. Terjadi pertumbuhan positif di berbagai sektor diantaranya, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, hingga penurunan angka pengangguran.

“IPM Provinsi NTT Tahun 2025 sebesar 69,89 poin, meningkat 0,75 poin (1,08%) dari tahun 2024. Peningkatan IPM 2025 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak,” jelas Melki.

Ia menambahkan, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 17,50 persen, menurun 1,10 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 1,52 persen poin terhadap September 2024. “Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 1,03 juta orang, menurun 57,09 ribu orang terhadap Maret 2025 dan menurun 76,24 ribu orang terhadap September 2024,” ujarnya.

Selain itu lanjut gubernur, pada November 2025 Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0,21 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2025 dan turun 0,7 persen poin dibanding pada Februari 2024.

Sementara Pertumbuhan Ekonomi NTT triwulan IV-2025 sebesar 5,34 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 (y-on-y).

“Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan yaitu sebesar 20,35 persen. Selain itu, komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 26,92 persen,” ungkap Melki.

”Pemerintah Provinsi NTT menyadari bahwa pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan sepanjang Tahun 2025 diwarnai dengan berbagai tantangan dan dinamika pembangunan. Dengan adanya kebijakan penyesuaian fiskal nasional dan pengendalian defisit APBN, sebagian besar daerah mengalami penurunan ruang fiskal daerah. Kendati demikian, kondisi ini harus jadi momentum memperbaiki tata kelola keuangan dan mendorong penguatan kemandirian fiskal,” lanjutnya.

Melki menegaskan, berbagai terobosan juga sudah dilakukan seperti digitalisasi pembayaran dan retribusi daerah serta pemberlakuan promo keringanan pajak kendaraan. Upaya-upaya ini diharapkan bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pelayanan dan meminimalisir potensi kebocoran.

“Sejalan dengan itu, upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM juga terus dilakukan. Melalui Program One Village One Product (OVOP), saat ini sudah ada 190 UMKM binaan dengan 44 produk unggulan. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTT juga menyediakan ruang pemasaran dengan membentuk NTT Mart di 22 Kabupaten/Kota,” upap gubernur.(**)

Exit mobile version