KUPANG, terasntt.co – Presiden Prabowo Subianto menyetujui usulan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, untuk menuntaskan pembangunan Jalan Lintas Utara Flores sepanjang 472,48 kilometer. Pemerintah menargetkan jalur strategis yang menghubungkan Labuan Bajo hingga Maumere itu rampung dan fungsional sesuai standar jalan nasional paling lambat akhir 2028.
Menindaklanjuti arahan Presiden, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo turun langsung meninjau jalur tersebut pada Jumat (23/10/2026), guna memetakan kondisi jalan dan kebutuhan penanganan.
Usulan itu disampaikan Melki kepada Prabowo saat Presiden mengunjungi Kabupaten Nagekeo pada 26 Agustus 2026 untuk meninjau dampak gempa bumi di Flores. Melki menegaskan, jalur utara memiliki peran vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi barang, dan penyaluran bantuan saat bencana.
“Kalau utara dibuka, sektor produksi, pariwisata, ekonomi kita di utara terbuka relatif. Flores bisa lebih berkembang lagi,” ujar Melki.
Berdasarkan data Kementerian PU, dari total 472,48 km jalan, sepanjang 385,07 km telah beraspal, sedangkan 87,41 km belum beraspal. Ruas yang belum beraspal mencakup 43,51 km jalan tanah, 10,78 km jalan beragregat, dan 33,12 km yang berada di kawasan hutan.
Selain membuka ruas yang belum beraspal, pemerintah akan meningkatkan kualitas dan memperlebar jalan yang sudah ada. Sejumlah ruas saat ini hanya memiliki lebar 4–6 meter dan belum dilengkapi bahu jalan yang memadai.
“Targetnya tetap agar 2028 selesai dan fungsional sesuai dengan standar jalan nasional kita, lebar 6–7 meter,” kata Dody.
Pekerjaan akan dilakukan bertahap, termasuk penanganan ruas Labuan Bajo–Pelabuhan Bari dan Pelabuhan Bari–Kedindi. Kementerian PU juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mempercepat persetujuan penggunaan kawasan hutan.
Penuntasan jalur ini diharapkan memperlancar konektivitas wilayah utara Flores, memangkas waktu tempuh, serta membuka akses distribusi hasil pertanian dan pengembangan pariwisata. Perjalanan Labuan Bajo–Reo/Kedindi yang selama ini dapat memakan waktu 6–7 jam berpotensi dipangkas menjadi 3–4 jam, bergantung pada kondisi jalan.
Bagi Pemprov NTT, pembangunan Jalan Lintas Utara Flores bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana dan mendorong pemerataan ekonomi masyarakat Flores.(**/m45)
