ADONARA, terasntt.co — Keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. SMAN 1 Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, membuktikannya melalui peluncuran buku kumpulan puisi Kame Ata Edo dan produk kopi lokal Kopi Ata Edo dalam Gebyar Literasi Kewirausahaan 2026, Rabu (28/10/2026).
Mengusung semangat dari Lembah Waitete, Desa Kenotan, sekolah ini menghadirkan dua karya yang lahir dari kreativitas siswa dan guru. Buku Kame Ata Edo: Menenun Kata, Menyulam Aksara di Lembah Waitete merupakan kumpulan puisi yang mengangkat kehidupan keluarga, perjuangan orang tua, budaya, alam Adonara hingga mimpi generasi muda.
Karya tersebut lahir melalui program SABDA (Satu Anak Banyak Dunia) yang dipadukan dengan kegiatan Jumat Hening dan gerakan literasi sekolah.
Tak hanya literasi, SMAN 1 Adonara Tengah juga mengembangkan kewirausahaan melalui program One School One Product (OSOP), salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTT. Sekolah mengolah potensi kopi varietas Lite menjadi produk bernilai ekonomi dengan merek Kopi Ata Edo.
Bupati Flores Timur, Ir. Anton Doni Dihen, secara resmi meluncurkan kedua karya tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV, Rofinus Laga Lamawato, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Flores Timur, Marianus Nobo Waton, unsur pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, tokoh adat, orang tua serta para siswa.
Momentum ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar sekolah karena kreativitas siswa mendapat dukungan dan apresiasi dari pemerintah serta masyarakat.
Melalui dua karya tersebut, SMAN 1 Adonara Tengah ingin membuktikan bahwa sekolah di wilayah pedesaan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas berliterasi, tetapi juga kreatif, mandiri dan berjiwa wirausaha.
Kame Ata Edo menjadi simbol kekuatan kata dan budaya, sementara Kopi Ata Edo mencerminkan potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi.
Dari Lembah Waitete, anak-anak petani dan keluarga sederhana membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Mereka mampu menulis, berinovasi dan menghasilkan karya untuk masa depan Adonara.
(Thomas Ara Kian/ guru – pegiat Literasi SMAN 1 Adonara Tengah)






