KUPANG, terasntt.co — PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT Perseroda) membukukan laba bersih Rp90,48 miliar hingga 31 Agustus 2026. Capaian ini meningkat Rp9,23 miliar dibandingkan laba semester I 2026 yang tercatat Rp81,20 miliar.
Berdasarkan laporan publikasi Bank NTT per 26 Oktober 2026, peningkatan laba tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga yang mencapai Rp1,107 triliun hingga Agustus 2026, naik dari Rp828,90 miliar pada Juni 2026. Sementara pendapatan bunga bersih tercatat Rp674,3 miliar.
Dari sisi aset, Bank NTT juga mencatat pertumbuhan dari Rp18,85 triliun pada Juni menjadi Rp18,99 triliun pada Agustus 2026.
Meski demikian, Bank NTT masih menghadapi tantangan untuk meningkatkan laba tahunan. Pada 2025, laba bersih tercatat Rp139,01 miliar, turun dibandingkan Rp176,83 miliar pada 2024 dan Rp228,93 miliar pada 2022.
Di tengah upaya memperbaiki kinerja keuangan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa Bank NTT tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan dan pembagian dividen. Bank daerah ini harus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, memperkuat UMKM, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan kerja.
Penegasan itu disampaikan Melki saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT Tahun 2026 di Aula Fernandez, Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (26/10/2026).
Di hadapan jajaran direksi dan para kepala daerah selaku pemegang saham, Melki meminta Bank NTT memperluas pembiayaan ke sektor produktif, khususnya UMKM, sektor swasta, dan pelaku usaha, agar tidak hanya bertumpu pada kredit bagi aparatur sipil negara (ASN).
“Saya mendorong Bank NTT memperluas pembiayaan bagi UMKM, sektor swasta, dan pelaku usaha produktif, tidak hanya berfokus pada kredit bagi ASN,” tegasnya.
Melki juga mengusulkan agar jajaran pengurus Bank NTT rutin bertemu dengan para kepala daerah setiap bulan untuk memetakan kebutuhan dan peluang ekonomi di masing-masing kabupaten/kota.
Selain ekspansi kredit, ia meminta penguatan tata kelola perusahaan, transparansi, akuntabilitas, serta sistem keamanan digital guna melindungi dana nasabah dan mencegah kejahatan siber maupun praktik kecurangan.
Kepada Komisaris Independen Bank NTT yang baru dilantik, Flory Rita Wuisan, Melki berharap pengawasan dijalankan secara profesional, objektif, dan independen demi kepentingan perusahaan dan masyarakat.
“Perkuat Bank NTT agar semakin terpercaya, berdaya saing, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, serta mewujudkan NTT yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
RUPS LB tersebut dihadiri 23 kepala daerah selaku pemegang saham Bank NTT, baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Turut hadir Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, sejumlah bupati dan wakil bupati se-NTT, Sekda NTT Fransiskus Sales Sodo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, serta perwakilan OJK NTT.(**/to3)






