Panti Asuhan Guardian Holy Angel Terbakar, Para Korban Ditampung Sementara di Dinsos Provinsi NTT

Korban kebakaran panti asuhan Guardian Holy Angel Kupang di ungsikan ke Balai Diklat Dinsos NTT, Rabu (13/5/2026)

KUPANG, terasntt.co — Sebanyak 19 anak bersama Suster dan para pengasuh korban kebakaran Panti Asuhan Guardian Holy Angel Kota Kupang di tampung sementara di Dinas Sosial Provinsi NTT, Rabu (13/5/2026). Sesaat setelah kejadian Pemprov NTT langsung berkoordinasi dengan pihak penanganan darurat, mengevakuasi seluruh penghuni panti ke tempat penampungan sementara sekaligus mempersiapkan bantuan logistik bersama Pemerintah Kota Kupang.

Diduga kebakaran tersebut dipicu korsleting listrik padam meteran sebelum api dengan cepat menjalar ke kamar depan panti asuhan. Kobaran api menghanguskan hampir seluruh barang di dalam panti.

Menyikapi peristiwa ini Gubernur Melki Laka Lena langsung meminta Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Provinsi NTT berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat penanganan terhadap korban dan kebutuhan darurat penghuni panti.

” Setelah mendengarkan laporan dan melihat peristiwa atau musibah yang menimpa Panti Asuhan Holy Angel di Kota Kupang, saya sudah meminta kepada Plh Sekda untuk berkoordinasi dengan semua pihak, terutama di Pemerintah Provinsi NTT agar bisa membantu melalui Dinas Sosial, BPBD dan yang lain mendukung, dan tentunya bersama Wali Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan sejak kejadian pertama,” ucap Melki.

BACA JUGA:  Komitmen Melki - Johni untuk Pemberdayaan Perempuan & Milenial sebagai Penggerak Ekonomi NTT

Menurutnya, koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang langsung dilakukan sejak Rabu sore hingga malam hari. Salah satu langkah prioritas yang diambil adalah memindahkan seluruh penghuni panti ke lokasi yang lebih aman agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.

“Sejak sore dan malam tadi sudah dilakukan pemindahan untuk seluruh penghuni ke tempat yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi NTT di Dinas Sosial NTT. Untuk sementara seluruh proses kehidupan bersama panti asuhan dilakukan di tempat yang menjadi milik Dinas Sosial Provinsi,” katanya.

Gubernur memastikan anak-anak penghuni panti tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara normal, termasuk melanjutkan pendidikan mereka selama masa penanganan darurat berlangsung.

” Kami berharap agar seluruh anak-anak beserta para pengasuh bisa menjalankan kehidupan dengan baik di tempat sementara ini. Anak-anak yang bersekolah tetap bisa bersekolah dengan baik serta kehidupan di panti asuhan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Menuju PON 2028, Kick Boxing NTT Siapkan Atlit, Venue Hingga Koordinasi Internal

Gubernur NTT itu juga menegaskan pemerintah akan segera membangun komunikasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat daerah, nasional, maupun pemerintah pusat untuk mencari solusi pemulihan bangunan panti yang terbakar agar dapat kembali difungsikan.

“Kami nanti akan berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait di NTT maupun di luar NTT, Kota Kupang dan tentu dengan pemerintah pusat untuk segera mencari langkah-langkah konkret membantu panti asuhan ini supaya bisa segera difungsikan kembali dan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Untuk itu, Gubernur Melki mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah maupun fasilitas umum untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa.

“Sekali lagi dengan peristiwa kali ini saya mengajak kita semua untuk selalu memeriksa kondisi kelistrikan di tempat masing-masing sehingga kejadian seperti hari ini tidak terjadi lagi. Saya minta kita semua memperhatikan kondisi kelistrikan dengan baik supaya bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.

Dalam peristiwa ini semua isi panti asuhan ludes terbakar, namun tidak ada korban jiwa.(**)