Pemprov Dorong PT Jamkrida Perluas Jangkauan Pelayanan ke Luar NTT

KUPANG, terasntt.co — Kondisi PT Jamkrida NTT saat ini baik dan sehat. Berbagai persoalan pada masa lalu telah diselesaikan secara bertahap, sehingga pemerintah mendorong peluasan layanan hingga keluar NTT.

“Secara umum posisi PT Jamkrida NTT bagus dan sehat. Hal-hal yang menjadi persoalan di masa lalu juga terus kita bereskan. Perusahaan ini sudah berada pada jalur yang benar (on the right track),” tegas Gubernur Melki Laka Lena dalam arahannya saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Jamkrida NTT di Kantor setempat, Rabu (11/3/2026) malam.

Gubenur menjelaskan, bahwa selain penguatan internal, Pemerintah Provinsi NTT juga mendorong PT Jamkrida untuk memperluas jangkauan pelayanan ke luar daerah. Salah satu peluang yang sedang dijajaki adalah ekspansi layanan penjaminan ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

“Kita juga sedang memikirkan kemungkinan untuk merambah wilayah di luar NTT, terutama di daerah yang belum memiliki Jamkrida seperti Maluku dan Maluku Utara. Saya akan berkomunikasi dengan para gubernur di sana agar kita bisa membuka kerja sama,” ucapnya.

Dalam rapat yang dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flori Wuisan, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Selfi H. Nange, Kepala Biro Hukum, Odemarks Sombu, Plt. Direktur Utama, Frits O. Fanggidae, Plt. Direktur Operasional Ferdinand Lerrick, serta Notaris ini membahas sejumlah agenda penting, di antaranya laporan tahunan perusahaan, rencana kerja dan anggaran tahun buku 2026, serta beberapa usulan strategis terkait pengelolaan keuangan dan penguatan tata kelola PT Jamkrida NTT.

BACA JUGA:  Paket DOR Yakin Menang Pilkada Sumba Barat

Pada kesempatan yang sama Plt. Direktur Utama Frits O. Fanggidae, menyampaikan bahwa kinerja perusahaan menunjukkan tren positif. Pada tahun buku 2025, PT Jamkrida NTT mampu memberikan dividen kepada Pemerintah Provinsi NTT sebesar lebih dari Rp7,5 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 perusahaan menargetkan peningkatan signifikan terhadap kinerja keuangan.

“Tahun 2026 kita menargetkan dividen meningkat hingga sekitar Rp15 miliar. Untuk mencapai target itu, laba bersih perusahaan diproyeksikan dapat meningkat hingga sekitar Rp 25 miliar,” ujasrnya.

Optimisme tersebut juga didukung oleh rencana tambahan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp 21 miliar. Berdasarkan hasil audit Inspektorat, PT Jamkrida NTT dinilai telah memenuhi syarat untuk menerima tambahan penyertaan modal tersebut.

BACA JUGA:  Melki - Johni Menang Hitungan Cepat 37,58 %, Data Masuk 100 %

Dengan tambahan modal itu, kapasitas penjaminan perusahaan diperkirakan akan meningkat secara signifikan.

“Tambahan modal Rp 21 miliar ini akan meningkatkan kapasitas penjaminan sekitar Rp400 hingga Rp500 miliar. Dengan total ekuitas sekitar Rp185 miliar, maka kapasitas penjaminan kita bisa mencapai sekitar Rp5 triliun,” tegas Frits.

Sebagai gambaran, realisasi volume penjaminan PT Jamkrida NTT pada tahun 2025 telah mencapai sekitar Rp 3,7 triliun.

Selain penguatan permodalan, perusahaan juga terus mengembangkan sistem layanan berbasis digital. Saat ini, layanan penjaminan proyek telah terhubung secara daring dengan seluruh 21 kabupaten/kota di NTT sehingga proses penerbitan sertifikat penjaminan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Model layanan digital tersebut juga akan menjadi dasar strategi ekspansi ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara. Melalui kerja sama dengan Gapensi, layanan penjaminan dapat diakses tanpa harus membuka kantor cabang baru.

” Dengan berbagai langkah strategis tersebut, manajemen PT Jamkrida NTT optimistis target bisnis tahun 2026 dapat tercapai, termasuk peningkatan volume penjaminan dan kontribusi dividen kepada Pemerintah Provinsi NTT,” kata Frits.(**)